BATU (Lentera) - Batu Street Food Festival (BSSF) ke-9 yang digelar di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, 17-19 September 2026, tak sekadar menjadi ruang promosi kuliner.
Konsistensi penyelenggaraan selama 9 tahun menjadikan festival ini bagian dari ekosistem gastronomi Kota Batu, sekaligus mendorong Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mengupayakan pendaftaran Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) untuk memperkuat identitas BSSF sebagai event kuliner Kota Batu.
"Ini merupakan salah satu langkah konkret dari pelaku usaha yang ada di Kota Batu. Dalam kondisi apapun, semua sektor tetap menjalankan usahanya, tetap mempromosikan Kota Batu, mempromosikan gastronomi yang ada di Kota Batu," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Ony Ardianto, Kamis (17/9/2026).
Dikatakannya, mengusung tema "Sae Rasane, Sae Suasanane", BSSF #9 tidak hanya menawarkan beragam sajian kuliner, tetapi juga menunjukkan pelaku usaha pariwisata di Kota Batu yang tetap mengambil peran dalam mempromosikan destinasi, termasuk kekayaan gastronomi lokal, dalam berbagai kondisi.
Ony juga mengaku akan menindaklanjuti arahan Wali Kota Batu, Nurcohman, yang menginginkan agar gelaran tahunan ini dapat ditetapkan sebagai Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI). "Kami akan upayakan terutama dengan instansi terkait untuk bisa ditetapkan sebagai HaKI," kata Ony.
Konsistensi penyelenggaraan selama 9 tahun menjadi perhatian tersendiri bagi Pemerintah Kota Batu. Wali Kota Batu, Nurochman, dalam sambutannya mengapresiasi komitmen PHRI Kota Batu yang terus mempertahankan BSSF sebagai agenda kuliner tahunan.
Ia mendorong agar BSSF segera didaftarkan sebagai kekayaan intelektual sehingga memiliki identitas dan brand yang semakin kuat serta dapat dipromosikan lebih luas, termasuk di tingkat nasional.
Menurutnya, dengan identitas yang semakin kuat, agenda tersebut diharapkan dapat dipublikasikan lebih awal sehingga wisatawan dapat menjadikannya sebagai salah satu referensi ketika merencanakan kunjungan ke Kota Batu. "Ini menjadi penting, karena faktanya ini sudah konsisten dilaksanakan selama 9 tahun dan mempunyai karakteristik," katanya.
Lebih dari sekadar festival kuliner, BSSF juga ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem yang mendukung upaya Kota Batu dalam mengembangkan identitas sebagai kota kreatif bidang gastronomi dalam UNESCO Creative Cities Network.
"Kegiatan BSSF ini tentu menjadi supporting sistem terhadap upaya Kota Batu untuk mendeklarasikan sebagai kota kreatif bidang gastronomi, yang diselenggarakan oleh UNESCO Creative City Network," ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana BSSF #9 2026, Agus Lukyanto Lie, mengatakan festival tahun ini melibatkan 30 tenant yang berasal dari hotel dan restoran anggota PHRI Kota Batu.
Selama 3 hari, masyarakat dapat menikmati berbagai pilihan kuliner, mulai dari makanan berat, makanan ringan, minuman hingga bakery. "Kami berharap selama 3 hari terhitung 17 September sampai 19 September 2026, masyarakat Kota Batu dapat menikmati sajian kuliner yang kaya rasa sekaligus menikmati keindahan Kota Batu di Balai Kota Among Tani," kata Agus.
Konsep BSSF #9 juga mengalami pengembangan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Salah satunya melalui tema "Sae Rasane, Sae Suasanane", yang tidak hanya menitikberatkan pada cita rasa makanan, tetapi juga pengalaman menikmati suasana Kota Batu yang nyaman dan berkesan.
Sebagai informasi, rangkaian pembukaan BSSF #9 turut diisi dengan live cooking. Salah satu menu yang diperkenalkan adalah Nasi Goreng Apel, yang dimasak secara langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu bersama para chef hotel dan restoran di Kota Batu.
Terpisah, Ketua BPC PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, mengapresiasi dukungan Disparta Kota Batu sejak awal sehingga BSSF #9 dapat terlaksana sesuai jadwal.
"Kadisparta memberikan support dari awal terhadap acara ini sehingga terlaksana tepat waktu sebelum musim hujan," ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan BSSF #9 selama tiga hari dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman kuliner sekaligus wisata bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu.
Reporter: Santi Wahyu




.jpg)

Post a comment