12 July 2026

Get In Touch

Hari Ini, Presiden Prabowo Resmikan Serentak Lima Bendungan

Presiden Prabowo saat akan Bertolak ke NTB, Jumat (10/7/2026)
Presiden Prabowo saat akan Bertolak ke NTB, Jumat (10/7/2026)

JAKARTA (Lentera) - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan secara serentak lima bendungan di lima daerah Indonesia dari lokasi acara peresmian Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat hari ini Jumat (10/7/2026). Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI.

Menurutnya, peresmian lima bendungan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta pengembangan energi bersih.

“Keberadaan bendungan-bendungan ini diharapkan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Mensesneg Prasetyo menyebutkan lima bendungan itu merupakan proyek strategis nasional (PSN), yaitu Bendungan Meninting sebagai lokasi acara peresmian, Bendungan Keureuto, Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan di Bali.

"Bendungan Meninting dibangun untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok, memperkuat ketahanan air dan pangan, serta mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Niño dan IOD (India ocean dipole) yang berpotensi memicu kemarau panjang," kata Mensesneg Prasetyo Hadi melansir antara, Jumat (10/7/2026).

Dia menambahkan bahwa Bendungan Meninting yang luasan genangan mencapai kurang lebih 46 hektare, diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman di kawasan NTB dari 280 persen menjadi 300 persen, termasuk tambahan produksi hingga 420.000 ton gabah per musim tanam. "Nilai ekonomi (diproyeksikan, red.) mencapai sekitar Rp4,6 triliun," ujar Prasetyo Hadi.

Prasetyo juga menegaskan pembangunan infrastruktur sumber daya air akan terus dilanjutkan secara terukur dan terintegrasi untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, lingkungan, serta mitigasi bencana hidrometeorologi.

Dia menandaskan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, percepatan pembangunan infrastruktur strategis akan terus menjadi prioritas sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat. 

"Melalui kerja keras, kepemimpinan yang berorientasi pada hasil, serta komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke seluruh pelosok negeri, pemerintah bertekad memastikan setiap proyek memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat ketahanan nasional, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Mensesneg.

Dari Base Ops Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat pukul 10.45 WIB, Presiden Prabowo bertolak ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) di Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia dengan nomor registrasi A-001 yang membawa Presiden lepas landas dari Halim Perdanakusuma pukul 10.45 WIB.

Dalam penerbangannya menuju NTB, Presiden Prabowo didampingi oleh Mensesneg Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.