11 July 2026

Get In Touch

Jadi Tuan Rumah Gerakan Indonesia ASRI, Pemkot Malang Tegaskan Konsistensi "Ngalam Rijik"

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat membersihkan area depan Masjid Jami Kota Malang dalam rangkaian gerakan Indonesia ASRI, Jumat (10/7/2026). (Santi/Lentera)
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat membersihkan area depan Masjid Jami Kota Malang dalam rangkaian gerakan Indonesia ASRI, Jumat (10/7/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Terpilihnya Kota Malang sebagai tuan rumah gelaran aksi Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) mempertegas konsistensi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam membangun lingkungan perkotaan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan gerakan tersebut selaras dengan visi pembangunan yang dituangkan dalam 10 Dasa Bakti Unggulan, khususnya melalui program Ngalam Rijik, Ngalam Seger, dan Ngalam Tahes.

"Kota Malang hari ini menjadi tuan rumah untuk gelaran aksi Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI). Itu menunjukkan Kota Malang sudah banyak melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan ASRI," ujar Wahyu, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, pelaksanaan gerakan tersebut bukan sebatas kegiatan seremonial. Pemkot Malang telah mendorong keterlibatan berbagai elemen secara berkelanjutan, mulai dari lingkungan RT dan RW, kecamatan, sekolah, hingga perkantoran.

Gerakan kebersihan lingkungan, misalnya, rutin digencarkan pada hari-hari tertentu. Salah satunya melalui kegiatan Jumat yang diisi dengan senam bersama dan dilanjutkan aksi resik-resik atau membersihkan lingkungan masing-masing.

"Gerakan ASRI ini terus dan sudah kami gencarkan mulai dari tingkat bawah, di RT, RW, kemudian kecamatan, sekolah, dan perkantoran. Kalau hari Jumat, salah satunya kami ada senam, kemudian resik-resik atau bersih-bersih di lingkungan masing-masing," jelasnya.

Wahyu menilai, kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Dengan demikian, upaya mewujudkan kota yang bersih dan sehat tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh dari lingkungan terkecil.

Konsistensi itu pula yang disebut menjadi salah satu alasan Kota Malang dipercaya menjadi tuan rumah gelaran aksi Indonesia ASRI.

Wahyu menyebut, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, juga menilai Kota Malang sebagai salah satu daerah yang telah menjalankan berbagai kegiatan selaras dengan semangat gerakan tersebut.

Salah satu capaian yang menjadi tolak ukur, lanjut Wahyu, yakni keberhasilan Kota Malang dalam penilaian Adipura hingga meraih predikat Indonesia Bersih. "Salah satunya kemarin Adipura Negara, kami mendapat Indonesia Bersih. Itu juga menjadi salah satu tolak ukur kenapa akhirnya gerakan ASRI dilaksanakan di Kota Malang," imbuhnya.

Bagi Wahyu, semangat Indonesia ASRI memiliki irisan kuat dengan 10 Dasa Bhakti Unggulan yang menjadi arah program pembangunan Pemkot Malang. Khususnya melalui Ngalam Rijik yang berfokus pada kebersihan, Ngalam Seger, serta Ngalam Tahes yang membawa semangat kesehatan masyarakat.

Karena itu, implementasinya diarahkan agar dapat dirasakan langsung dalam keseharian masyarakat. Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, membangun pola hidup sehat, hingga menciptakan wajah kota yang lebih tertata dan nyaman.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, menambahkan berbagai kegiatan yang sejalan dengan Indonesia ASRI sebenarnya telah lama dilaksanakan di Kota Malang.

Salah satunya melalui World Cleanup Day (WCD) yang diisi dengan kegiatan bersih-bersih sungai. Pemkot Malang juga melakukan penanganan terhadap lokasi pembuangan sampah yang dinilai tidak layak.

Menurut Raymond, rangkaian kegiatan tersebut akan terus digulirkan. Namun, keberhasilannya membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan memperkuat gerakan yang telah berjalan.

"Harapannya masyarakat juga bersama-sama membantu melaksanakan program Indonesia ASRI ini, yang sesuai dengan program Bapak Wali Kota, yakni Ngalam Rijik dan Ngalam Seger," pungkasnya. (*)


Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.