MOJOKERTO (Lentera) -Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui penguatan kolaborasi lintas sektor yang akan dilakukan secara door to door mulai 15 Juni 2026 hingga Agustus 2026.
Pembukaan pelatihan petugas sensus ekonomi 2026 ini dibuka secara langsung oleh Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Barra pada rabu (10/6) di Hotel Granwizh – Trawas ini mampu menghasilkan data informasi yang menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi secara nasional maupun di kabupaten Mojoketo sendiri.
Saat ini, perkembangan ekonomi berlangsung sangat cepat dan digitalisasi perubahan pola usaha serta dinamika pasar menuntut pemerintah memiliki data yang akurat guna kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi yang ada dilapangan.
“Kabupaten Mojokerto memiliki potensi ekonomi yang besar mulai dari sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, industry, hingga UMKM yang terus berkembang. Potensi tersebut perlu didukung dengan data yang lengkap dan terpercaya agar dapat menjadi dasar dalam merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran,” Ungkap Gus Barra pada Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, melalui sensus ekonomi 2026 pemerintah akan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dunia usaha di kabupaten Mojokerto. Tak hanya itu, perkembangan berbagai sektor usaha, persebaran aktivitas ekonomi, karakteristik pelaku usaha dan potensi-potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Data yang akurat juga menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mewujudkan visi pembangunan kabupaten Mojokerto melalui catur abipraya mubarok khusushnya misi ke 3 yakni membangun kemandirian ekonomi pada semua tingkatan koperasi usaha mikro dan badan usaha desa berbasis masyarakat untuk memperkuat struktur ekonomi daerah yang kokoh dan berkelanjutan,” Imbuh Gus Barra.
Gus Barra mengajak seluruh pihak untuk mendukung pelaksanaan sensus ekonomi 2026 dan membutuhkan partisipasi serta kerjasama dari pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat serta seluruh petugas sensus yang terlibat sebagai petugas penting dalam memastikan data yang dikumpulkan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tak hanya itu, usai meresmikan pembukaan pelatihan 968 calon petugas sensus ekonomi 2026 dan memasangkan rompi secara simbolis Gus Barra berpesan kepada para petugas agar mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab jaga integritas dan kedepankan profesional dalam setiap proses pendataan bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pelaku usaha agar proses pengumpulan data dapat berjalan lancer.
“Untuk menghasilkan data yang berkualitas bagi pembangunan bangsa dan daerah persiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan melaksanakan tugas sesuai pedoman yang telah ditetapkan lakukan pendataan secara cepat dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat selama proses pendataan langsung tunjukkan sikap yang santun profesional dan manis sehingga masyarakat merasa nyaman serta bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan mari kita sukses ekonomi 2026,” Tutup Gus Barra.
Terkait hal tersebut, Kabupaten Mojokerto sendiri tercatat memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 5,56 persen pada 2025. Pendapatan Domestik Regional Bruto per kapita meningkat menjadi Rp105,45 juta dengan kontribusi ekonomi sebesar 3,65 persen terhadap Provinsi Jawa Timur.
Sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekonomi daerah dengan kontribusi 58,49 persen, disusul sektor perdagangan sebesar 10,16 persen dan pertanian 7,24 persen. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Mojokerto terus berkembang dan membutuhkan dukungan data yang valid untuk menjaga pertumbuhan.
Kepala BPS Kabupaten Mojokerto Dwi Yuhenny menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
“Melalui Sensus Ekonomi, pemerintah dapat melihat perkembangan usaha, persebaran sektor ekonomi, hingga potensi dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Data tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh pelaku usaha mulai UMKM hingga usaha menengah besar akan menjadi sasaran pendataan yang berlangsung di 18 kecamatan dan 304 desa atau kelurahan di Kabupaten Mojokerto.
Turut Hadir juga dalam pembukaan pelatihan calon petugas SE 2026 ini Staff Statistisi Ahli madya BPS Jatim, Kepala Sub Bagian Umum besera Staff Statistisi BPS Kab. Mojokerto, Tim pelaksana Sensus 2026 serta 968 peserta petugas sensus ekonomi 2026 (*)
Reporter: Nur Hidayah|Editor: Arifin BH




.jpg)
