11 January 2026

Get In Touch

Gubernur Khofifah Minta Pramuka Jatim Ambil Peran dalam Program Strategis Nasional

Rapat Paripurna Kwartir Daerah Pramuka Jatim Masa Bakti 2025–2030 di Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026).
Rapat Paripurna Kwartir Daerah Pramuka Jatim Masa Bakti 2025–2030 di Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026).

SURABAYA (Lentera) - Gubernur Jawa Timur (Jatim) sekaligus sebagai Ketua Majelis Pembina Daerah (Kamabida) Pramuka Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengharapkan Gerakan Pramuka Jatim bisa mengambil peran produktif, adaptif, dan berkelanjutan dalam mendukung agenda program strategis nasional.

“Pramuka harus produktif dan jeli melihat peluang. Program strategis nasional sudah ada, tinggal menentukan di titik mana Pramuka mengambil peran,” tegas Khofifah dalam Rapat Paripurna Kwartir Daerah Pramuka Jatim Masa Bakti 2025–2030 di Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/1/2026).

Khofifah menilai produktivitas Pramuka bukan sekadar jargon, melainkan wujud nyata pengamalan Satya dan Dasa Dharma Pramuka di tengah masyarakat. Menurutnya, banyak Program Strategis Nasional di Jawa Timur yang dapat menjadi ruang kontribusi Pramuka jika dipetakan secara cepat dan terarah. 

Untuk itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara Pramuka dan perangkat daerah Pemprov Jatim sebagai mitra strategis pelaksanaan program prioritas. Sinergi tersebut dinilai krusial agar peran Pramuka berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sejumlah program strategis yang disoroti Khofifah antara lain swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, serta pemenuhan protein hewani untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dari sektor perikanan. Ia menyebut, pembangunan kolam ikan lele akan terus ditingkatkan guna mendukung kebutuhan protein masyarakat.

Selain itu, terdapat pula program pembangunan Grand Parent Stock indukan ayam skala nasional serta peningkatan produktivitas sapi perah yang membutuhkan dukungan impor ratusan ribu sapi dara bunting. Peluang tersebut, kata Khofifah, harus dijawab dengan langkah konkret.

Untuk itu, Khofifah meminta Kwarda Pramuka Jatim segera membentuk desk-desk kerja di luar Satuan Karya (Saka) guna memetakan peran, sekaligus menyusun rencana aksi yang terukur.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar rencana, tapi plan of action yang jelas,” ujarnya.

Khofifah juga mengingatkan, peran produktif Pramuka sejalan dengan tema kepengurusan 2025–2030, yakni adaptif, produktif, dan berkelanjutan, serta mendukung prioritas pembangunan Jawa Timur dalam RPJMD 2025–2029, seperti Jatim Sejahtera, Harmoni, dan Lestari.

Di sisi lain, ia menegaskan Pramuka tetap memegang peran strategis dalam pembinaan karakter generasi muda di tengah tantangan sosial dan digital, mulai dari pergaulan bebas, narkoba, perundungan, intoleransi, hingga kecanduan gawai. Pramuka juga diminta memperkuat literasi digital dan etika bermedia sosial.

Sementara itu, Ketua Kwarda Pramuka Jatim HM Arum Sabil menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Gubernur. Pramuka Jatim akan difokuskan pada kegiatan produktif di sektor pangan, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan hingga energi baru terbarukan dengan konsep terintegrasi dan zero waste di 38 kabupaten/kota.

“Pramuka akan digerakkan melalui kegiatan edukatif dan berkelanjutan agar peserta didik memahami sektor pangan dari hulu hingga hilir,” tandasnya.(*)

Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.