11 January 2026

Get In Touch

Target Realistis, Pemkot Malang Bidik 3,4 Juta Kunjungan Wisatawan di 2026

Ilustrasi: Kunjungan wisatawan di salah satu spot foto favorit di Kampoeng Heritgae Kajoetangan pada momen libur panjang akhir tahun 2025. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Kunjungan wisatawan di salah satu spot foto favorit di Kampoeng Heritgae Kajoetangan pada momen libur panjang akhir tahun 2025. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyebut Pemkot menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3,4 juta orang sepanjang tahun 2026. Target tersebut dinilai realistis karena disusun berdasarkan capaian kunjungan wisata pada tahun-tahun sebelumnya.

Dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Jumat (9/1/2026), Baihaqi, menyebut target tersebut dinilai realistis karena disusun berdasarkan capaian kunjungan wisata pada tahun-tahun sebelumnya.

Dijelaskannya, pada tahun 2025 jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Malang tercatat mencapai 3.440.427 orang. Angka tersebut melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 3,3 juta kunjungan wisatawan.

Dari total kunjungan tersebut, sebanyak 78.298 orang merupakan wisatawan mancanegara (wisman), sementara sisanya sebanyak 3.362.133 orang merupakan wisatawan nusantara (wisnus).

Meski demikian, Baihaqi mengakui peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tersebut tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2024, pihaknya menargetkan 3,2 juta kunjungan wisatawan, dengan realisasi sekitar 3,3 juta orang.

"Makanya itu tadi saya sampaikan, penetapan target setiap tahun selalu kami dasarkan pada realisasi tahun sebelumnya. Itu menjadi pedoman kami dalam menyusun proyeksi kunjungan wisata ke depan," jelasnya.

Sepanjang tahun 2025, menurutnya Kampoeng Heritage Kajoetangan tercatat sebagai salah satu destinasi wisata dengan jumlah kunjungan tertinggi di Kota Malang. 

Bahkan, pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), jumlah kunjungan ke kawasan tersebut bisa mencapai 5.000 hingga 6.000 orang per hari.

"Selain Kampoeng Heritage Kajoetangan, sejumlah kampung tematik lainnya juga masih menjadi daya tarik wisatawan. Salah satunya adalah Kampung Warna-Warni Jodipan yang juga memiliki tingkat kunjungan cukup baik," katanya.

Lebih lanjut, Baihaqi menegaskan pada tahun 2026 Pemkot Malang tidak berencana menambah destinasi wisata baru. Menurutnya, fokus pemerintah daerah adalah mengoptimalkan destinasi yang sudah ada melalui perawatan rutin, peningkatan fasilitas pendukung, serta pengembangan konsep wisata agar tetap menarik bagi pengunjung.

"Destinasi wisata memang tidak bertambah, tetapi selalu kami optimalkan. Mulai dari perawatan, peningkatan kualitas fasilitas, hingga pengembangan konsep destinasi pariwisata. Dengan kondisi itu, target 3,4 juta kunjungan kami anggap realistis," tegasnya.

Selain itu, Baihaqi juga menyinggung kesiapan Kota Malang dalam menghadapi momentum libur panjang hari raya keagamaan pada Maret 2026, yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

Momentum tersebut diperkirakan akan memicu lonjakan jumlah wisatawan. Untuk mengantisipasi hal ini, Baihaqi mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah, dengan melibatkan pengelola destinasi wisata serta pelaku industri pariwisata, seperti pihak hotel, restoran, dan jasa pendukung lainnya.

"Kami sudah belajar dari pengalaman liburan dan cuti bersama pada tahun-tahun sebelumnya. Kesiapan dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan pariwisata," katanya.

Ia pun mengimbau seluruh pelaku industri pariwisata di Kota Malang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Menurutnya, pengalaman dan kesan positif selama berkunjung menjadi faktor penting agar wisatawan tertarik untuk kembali ke Kota Malang.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.