
SURABAYA,LETRA.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melaluiDinas Kesehatan memberikan bantuan kursi roda kepada warga Kelurahan Petemon,Kecamatan Sawahan, Rabu (4/9). Warga tersebut bernama Guruh Prsetyo. Diapenderita gagal ginjal kronis (GGK) dan beberapa bulan terakhir divonis jugamenderita penyakit lupus.
Bantuan diterima langsung oleh sang Ayah, Suparman.Sementara Guruh pada saat itu sedang kontrol ke Rumah Sakit (RS) bersamaibunya, Pujiati. Suparman mengatakan, Guruh merupakan anak ketiga dari tigabersaudara. Di antara keluarga yang lain, tidak ada yang memiliki riwayatpenyakit seperti yang diderita Guruh.
“Vonis gagal ginjal itu sejak Guruh usia 3-4 tahun. Kemudiansekitar tiga bulan lalu kena vonis lupus. Sekarang Guruh berusia 17 tahun,”kata Suparman yang juga Ketua RT 05 RW 08, Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahanini, Rabu (4/9).
Suparman menyebut bahwa keinginan Guntur memiliki kursi rodasangat tinggi. Karena sejak divonis menderita lupus, Guntur mudah lelah dannafasnya tersengal-sengal jika berjalan beberapa meter. Apalagi, Guntur tidakmau digendong.
“Saya sangat berterima kasih atas bantuannya. Sebelumnyajuga sudah ada yang membantu tabung oksigen dari warga,” ungkap Suparman yangsehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online ini.
Dia menjelaskan, sebagai bagian pengobatan GGK, Guntur harusmenjalani cuci darah mesin atau Hemodialisis (HD). Namun, karena keterbatasanbiaya, akhirnya dipilih cuci darah manual di rumah menggunakan ContinuousAmbulatory Peritoneal Dialysis (CAPD). Belakangan ini, CAPD istirahat dulukarena bocor dan terkena ke jantung dan paru-paru, sehingga harus kembali keHD.
“Terapi HD dua minggu sekali. Semua biaya sudah dikover olehBPJS Penerima Bantuan Iuaran (PBI) yang diberikan oleh Pemkot Surabaya, jadiuntuk biaya semua sudah dicover, baik yang menggunakan HD atau CAPD. Alat CAPDjika dihitung-hitung biayanya bisa sampai Rp 10 jutaan,” urainya.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M. Fiksermenyebut, Pemkot Surabaya sudah lama memantau pasien atas nama Guntur itu.Kebetulan, remaja itu juga merupakan anak Ketua RT, sehingga sudah terpantausejak lama.
“Selama ini sudah dipantau dan dibantu dengan pemberian BPJSPBI yang dari Pemkot Surabaya. Hal itu sangat membantu dia untuk berobat dankontrol,” kata dia.
Selain bantuan BPJS PBI itu, Pemkot Surabaya juga merasaGuntur perlu kursi roda untuk beraktivitas, makanya pada hari Pemkot Surabayamemberikan dia kursi roda untuk bisa digunakan setiap aktivitasnya.“Semogabantuan kursi roda ini bermanfaat dan bisa menambah semangat Adik Guntur untukterus berjuang demi kesembuhannya,” pungkasnya. (Est)