22 April 2025

Get In Touch

Wapres Ma’ruf Optimis Jateng Mampu Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem Akhir Tahun

Wapres Ma'ruf Amin melihat produk UMKM dari lima kabupaten prioritas. Pihaknya optimis UMKM menjadi salah satu upaya untuk menghilangkan kemiskinan.
Wapres Ma'ruf Amin melihat produk UMKM dari lima kabupaten prioritas. Pihaknya optimis UMKM menjadi salah satu upaya untuk menghilangkan kemiskinan.

SEMARANG (Lenteratoday) – Upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten di Jawa Tengah telah dilaksnakan.  Wakil Presiden Ma'ruf Amin optimis upaya tersebut mampu mengentaskan kemiskinan ekstrem di akhir tahun 2021. Ini setelah Wapres Ma'ruf melihat potensi UMKM di daerah tersebut cukup bagus.

Hal itu disampaikan Wapres Ma'ruf Amin usai meninjau sentra vaksinasi gradhika dan menggelar rapat tertutup di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (7/10). Wapres didampingi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Wagub Taj Yasin Maimoen serta empat orang menteri Kabinet Indonesia Maju.

Di kesempatan itu, Wapres Ma'ruf sempat berdialog dengan perwakilan UMKM dari lima kabupaten prioritas. "Saya melihat beberapa produk UMKM, dan saya optimis UMKM ini merupakan salah satu upaya kita untuk menghilangkan kemiskinan," ujar Ma'ruf dalam konferensi pers.

UMKM yang ditengok Ma'ruf dalam kunjungan kerjanya antara lain produk Gula Semut dari Kabupaten Banyumas yang telah berhasil merambah pasar internasional. Selain itu, Ma'ruf juga sempat berdialog dengan UMKM Sarung Goyor dari Kabupaten Pemalang.

"Pemerintah juga menggunakan pendekatan yang pertama dalam perlindungan sosial, bansos, yang kedua melalui pemberdayaan, yaitu melalui pengembangan UMKM daerah," ujarnya.

Melihat potensi tersebut, lanjut Ma'ruf, dirinya optimis Jawa Tengah akan mencapai target penanggulangan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten itu pada akhir tahun 2021 nanti.

"Saya lihat beberapa kabupaten yang disebut mengalami kemiskinan banyak produk-produknya yang sudah bagus, bahkan sudah diekspor dan potensi ini ingin kita terus kembangkan sehingga proses kemiskinan secara menyeluruh segera dapat diatasi," katanya.

Ma'ruf mengatakan, setidaknya ada 212 Kabupaten di seluruh Indonesia yang jadi target penanggulangan kemiskinan ekstrem hingga 2024. Percepatan dilakukan mulai tahun ini dengan target sasaran 35 kabupaten di tujuh provinsi.

"Dari pertemuan ini, kita harapkan adanya sinkronisasi penanganan, baik anggaran dari pusat, provinsi maupun dari kabupaten. Ditambah lagi mungkin dari CSR dari juga filantropi termasuk, Baznas, kemudian kita bisa selesaikan lima kabupaten di Jawa Tengah," tandas Ma'ruf.

Sementara itu, Pemprov Jateng sendiri siap kebut langkah - langkah penanggulangan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten dengan strategi graduasi mandiri ekonomi.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, sebelumnya, juga menegaskan siap menjalankan tugas antara lain untuk menyiapkan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar sinkron dengan pusat sehingga bantuan bisa tepat sasaran.

"Saya minta Pemda untuk menghitung dari desil satu di lima kabupaten prioritas itu untuk dipetakan. Setiap nama, alamatnya di mana, kondisi hari ini seperti apa, dan bantuan yangg sudah didapat seperti apa. Kalau kemudian kita mau aksi untuk tiga bulan ke depan, penyelamatan apa yang mesti dilakukan kepada mereka agar terentaskan dengan cepat," kata Ganjar, Selasa (28/9) lalu.

Reporter : Dony Kristianto

Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.