
PALANGKA RAYA (Lenteratoday) – Pandemi Covid-19 menjadi persoalan semua sektor bisnis di Indonnesia, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Untuk itu, pelaku UMKM harus mendapatkan perlakuan khusus untuk meningkatkan usahanya.
“Pandemi memiliki dampak yang besar bagi pelaku UMKM,” kata Ketua Komisi B DPRD Palangka Raya Nenie A Lambung.
Mengacu pada hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menunjukkan 94,69 persen pelaku usaha UMKM di tanah air mengalami penurunan penjualan sejak pandemi. Dengan melihat kondisi tersebut Nenie menyatakan dukungan pada setiap upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya. Beberapa usaha telah dilakukan seperti memberikan bantuan stimulus dan pelatihan kerja.
Neni menilai program pemulihan ekonomi yang berisikan pelatihan manajerial maupun pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk pelaku usaha UMKM maupun bidang usaha kecil lainnya, sangat bermanfaat dan diharapkan mampu mendorong kembali pergerakan ekonomi.
“Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah menggelontorkan berbagai bantuan stimulus bagi sektor usaha. Terutama yang tertuang dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), maka akan sangat berarti bagi para pelaku usaha,” ucap Nenie.
Disebutkannya bantuan stimulus tersebut mulai dari subsidi bunga kredit, restrukturisasi kredit, penjaminan kredit, hingga Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang khusus menyasar kebutuhan pembiayaan bagi segmen ultra mikro.
Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin, mengatakan, pihaknya melibatkan UMKM dalam pengadaan langsung melalui aplikasi belanja langsung dan terus melakukan sosialisasi kepada UMKM agar bisa menguasai aplikasi tersebut dan bisa menerima manfaatnya.
Fairid Naparin, menjelaskan, pemerintah daerah harus mempunyai peran strategis dalam mendorong percepatan dan efektivitas pemulihan ekonomi nasional. Terutama dalam hal pengembangan sektor UMKM yang selama ini sempat terpuruk akibat andemi Covid-19, sehingga pihaknya berusaha membangkitkannya kembali. “Kami terus melakukan inovasi untuk memberdayaan UMKM,” ujarnya.(adv/*)