04 November 2026

Get In Touch

Indonesia-Singapura Rungkad ? (Koran Selasa, 3 November 2026)

HUBUNGAN Indonesia dan Singapura kian diwarnai silang kepentingan. Setelah pasokan gas alam ke negara tetangga itu dipangkas, pemerintah Indonesia terbaru menyatakan belum akan mengekspor listrik dalam waktu dekat. Diketahui ekspor listrik hijau sebelumnya masuk dalam kerja sama kedua negara.Indonesia kini menahan rencana penjualan listrik hijau berkapasitas 3,4 gigawatt ke Singapura. Proyek yang belum memasuki tahap ekspor komersial itu masih terkendala negosiasi harga dan kepastian investasi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan kebutuhan listrik domestik harus didahulukan dan meminta Danantara tidak menerima lobi untuk membuka ekspor. Tak hanya itu, pemerintah memerintahkan agar perdagangan sumber daya alam (SDA) tidak lagi melalui negara perantara, salah satunya Negeri Singa. Bahlil juga mempersoalkan 148 kargo LNG yang dikirim Indonesia ke Singapura karena diduga sebagian diperdagangkan kembali ke negara lain. Singapura membantah tudingan tersebut dan menyatakan LNG yang diperdagangkan perusahaan berbasis di negaranya umumnya dikirim langsung dari negara asal ke negara tujuan. Sementara itu, Dirjen Minerba Tri Winarno memperkirakan Singapura mencatat ekspor batu bara sebesar 50–60 juta ton, meski tidak memiliki sumber daya batu bara sendiri. Rentetan kebijakan ini membuat hubungan kedua negara seperti memasuki fase rungkad--istilah yang menggambarkan situasi berantakan. Ketika urusan energi, perdagangan, hingga kabut asap lintas batas menjadi riak-riak dan kini berubah menjadi gelombang guncangan. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/03112026.pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.