MALANG (Lentera) -Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memberangkatkan atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Malang untuk berlaga dalam Kejuaraan Piala Gubernur Jawa Timur 2026 di Kota Mojokerto. Sebagai bentuk dukungan terhadap prestasi atlet difabel, Pemkot Malang juga menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih juara dalam kompetisi tersebut.
"Nanti kalau mereka mendapatkan posisi juara, akan kami berikan bonus," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, ditemui usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda dan pemberangkatan atlet NPCI, Rabu (28/10/2026).
Ditegaskannya, dukungan terhadap atlet difabel juga diwujudkan melalui fasilitasi latihan rutin serta kelengkapan sarana prasarana, termasuk ketika para atlet tidak sedang menghadapi kompetisi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan atlet NPCI Kota Malang akan mengikuti 2 cabang olahraga (cabor), yakni boccia dan catur tunanetra. Boccia sendiri merupakan olahraga ketangkasan menggunakan bola yang dirancang khusus bagi atlet penyandang disabilitas tunadaksa.
"Besok pagi ada sekitar 12 atlet yang akan mengikuti Piala Gubernur di Kota Mojokerto, khusus untuk atlet-atlet paralympic," kata Arif.
Optimisme tersebut didukung capaian atlet Kota Malang dalam kejuaraan paraatletik pada September 2026. Saat itu, lanjut Arif, empat atlet yang dikirim berhasil membawa pulang 2 medali emas, 3 medali perak, dan 1 medali perunggu.
Arif berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk kembali menorehkan prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026. "Mudah-mudahan untuk kali ini kami juga bisa mendapatkan emas di kejuaraan Piala Gubernur, sesuai dengan yang kami targetkan," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua NPCI Kota Malang sekaligus atlet boccia klasifikasi BC1, Rara Lingga Mardiani Pragasiwi, mengatakan persiapan menghadapi kejuaraan difokuskan pada kesiapan fisik dan mental.
"Yang pertama kami siapkan fisik kami dan juga yang kedua pasti mental kami. Karena Piala Gubernur Jatim untuk teman-teman difabel ini baru pertama kali diadakan," ujar Rara.
Ia menjelaskan, atlet NPCI Kota Malang rutin berlatih di Stadion Gajayana. Dukungan Disporapar juga membantu pemenuhan kebutuhan peralatan boccia yang memiliki harga relatif tinggi, mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah. Menurut Rara, fasilitas peralatan tersebut membantu atlet menjalani latihan secara lebih optimal.
Dalam cabor boccia sendiri, katanya, terdapat klasifikasi BC1, BC2, BC3, dan BC4 yang disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan fungsional atlet saat bertanding.
Terkait peluang meraih medali, Rara mengaku optimistis terhadap kedua cabor yang diikuti. Atlet catur tunanetra, menurutnya, telah memiliki pengalaman menjuarai kompetisi tingkat nasional dan sejumlah kejuaraan lainnya. Sementara itu, kemampuan atlet boccia juga terus berkembang melalui latihan rutin dan dukungan peralatan.
"Dengan berlatih terus, saya rasa salah satu di antara kami bisa meraih medali," katanya.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH



.jpg)

Post a comment