28 October 2026

Get In Touch

Debut Manis Wushu Trenggalek, Sabet 14 Medali di Kejuaraan Jatim dan Nasional

Atlet Wushu Trenggalek tampil dalam Kejuaraan Provinsi Wushu Jawa Timur dan Kejuaraan Nasional Piala Wali Kota Kediri 2026 di GOR Jayabaya, Kediri, 15–18 Oktober 2026. Dalam ajang tersebut, kontingen Trenggalek berhasil meraih total 14 medali, terdiri dari
Atlet Wushu Trenggalek tampil dalam Kejuaraan Provinsi Wushu Jawa Timur dan Kejuaraan Nasional Piala Wali Kota Kediri 2026 di GOR Jayabaya, Kediri, 15–18 Oktober 2026. Dalam ajang tersebut, kontingen Trenggalek berhasil meraih total 14 medali, terdiri dari

TRENGGALEK (Lentera) – Usia pembinaan yang masih seumur jagung tak menghalangi atlet wushu Kabupaten Trenggalek menunjukkan kemampuan terbaiknya, baru sekitar 2 bulan terbentuk berhasil membawa pulang 14 medali dari Kejuaraan Provinsi Wushu Jawa Timur dan Kejuaraan Nasional Piala Wali Kota Kediri 2026 dengan raihan 4 emas, 4 perak, dan 6 perunggu.

Hasil tersebut diraih dalam kompetisi yang berlangsung di GOR Jayabaya, Kediri, pada 15–18 Oktober 2026. Capaian ini menjadi modal berharga bagi perkembangan wushu di Trenggalek, terlebih para atlet harus bersaing dengan peserta dari berbagai daerah ketika proses pembinaan mereka masih berada pada tahap awal.

Ketua Pengurus Kabupaten Wushu Indonesia (WI) Trenggalek, Iqmal Eaby Mugy Mahawidya mengapresiasi perjuangan para atlet yang mampu memperlihatkan hasil positif, dalam keikutsertaan mereka di ajang tersebut. Menurutnya, torehan medali itu patut dijadikan pemacu semangat untuk terus memperbaiki kemampuan.

Ia menilai, prestasi tidak cukup hanya diukur dari hasil pertandingan. Para atlet juga perlu mengembangkan teknik, menjaga kedisiplinan selama latihan, serta membangun mental yang kuat agar semakin siap menghadapi kompetisi berikutnya.

“Capaian ini harus menjadi penyemangat bagi para atlet untuk terus berkembang. Kemampuan teknik perlu diasah, begitu pula kedisiplinan, mental bertanding, dan sikap sportif yang menjadi bagian penting dalam olahraga,” ujar Eaby.

Ia berharap, keberhasilan tersebut turut memperkenalkan wushu kepada masyarakat, khususnya kalangan generasi muda di Trenggalek. Dengan semakin dikenalnya cabang olahraga bela diri ini, peluang untuk menjaring atlet-atlet potensial diharapkan semakin terbuka.

Bagi pengurus, 14 medali yang berhasil dibawa pulang bukan sekadar pencapaian dalam sebuah kejuaraan. Hasil itu menjadi pijakan awal untuk menyusun pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga potensi atlet yang ada dapat dikembangkan secara maksimal.

Ke depan, penguatan latihan rutin menjadi salah satu fokus utama. Pengurus juga akan berupaya menemukan bibit atlet baru, menambah pengalaman bertanding melalui keikutsertaan dalam berbagai kompetisi, serta membangun kerja sama dengan pihak-pihak yang dapat mendukung perkembangan wushu di daerah.

Eaby menegaskan, konsistensi dalam pembinaan menjadi kunci agar capaian awal tersebut tidak berhenti sebagai prestasi sesaat. Para atlet diharapkan tetap menjaga semangat latihan dan menjadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri.

“Dengan disiplin, sportivitas, dan semangat pantang menyerah, kami optimistis wushu Trenggalek bisa terus berkembang. Harapannya, ke depan semakin banyak atlet yang mampu berprestasi dan membawa nama daerah di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” pungkasnya.

 

Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.