03 September 2026

Get In Touch

Buka Akses U-Turn di Jagir Wonokromo, Pemkot Surabaya Relokasi 43 Pedagang Pasar Tumpah

Relokasi pedagang tumpah di Pasar Wonokromo.
Relokasi pedagang tumpah di Pasar Wonokromo.

SURABAYA (Lentera)– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai membuka akses Jalan Jagir Wonokromo 8 yang selama ini tertutup lapak pedagang dan bangunan liar, penataan kawasan tersebut dilakukan sekaligus untuk menyiapkan akses putar balik (u-turn) yang lebih aman bagi pengguna jalan.

Sebanyak 43 pedagang pasar tumpah yang sebelumnya berjualan di badan jalan dan saluran air direlokasi ke stan yang tersedia di Pasar Wonokromo. 

Camat Wonokromo, Rerry Setianingtiyaswati mengatakan penertiban dilakukan setelah adanya evaluasi keselamatan lalu lintas, serta keluhan masyarakat. Selama ini, pengendara dari Jalan Raya Stasiun Wonokromo menuju Jalan Raya Wonokromo kerap melakukan putar balik melalui area parkir pertokoan yang bukan merupakan jalan umum.

"Akses putar balik di pertokoan itu memiliki kontur menurun dan jalan berbatu serta berdekatan langsung dengan lampu lalu lintas (traffic light), sehingga dapat membahayakan pengguna jalan," kata Rerry, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, Jalan Jagir Wonokromo 8 sebenarnya merupakan akses jalan tembus. Namun, akses tersebut selama ini tertutup oleh lapak pedagang dan bangunan liar. Karena itu, Kecamatan Wonokromo melakukan penertiban yang disebut mendapat respons positif dari warga sekitar.

Rerry menjelaskan, penertiban dilakukan secara humanis dan persuasif. Pendataan pedagang telah dilakukan sejak pertengahan Ramadan, dilanjutkan dengan pemberian surat pemberitahuan hingga Surat Peringatan (SP).

Penertiban kemudian dilakukan secara intensif, pada Senin (31/8/2026), dengan dukungan Polsek, Koramil, Satpol PP Kota Surabaya, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM).

"Sebagai solusi untuk pedagang, kami telah berkoordinasi dengan PD Pasar Surya Perseroda Pasar Wonokromo supaya seluruh pedagang ditampung di stan Pasar Wonokromo yang lokasinya tepat berada di sebelah area penertiban," ucapnya.

Usai penertiban, DSDABM Kota Surabaya langsung melakukan pembenahan infrastruktur. Alat berat diterjunkan pada Selasa (1/9/2026) untuk membersihkan kawasan sekaligus mengoptimalkan fungsi drainase.

Pekerjaan juga meliputi peninggian dan pengurukan agregat sepanjang sekitar 60-70 meter dengan lebar 10 meter, kemudian dilanjutkan pengaspalan jalan dari ujung ke ujung hingga terhubung dengan antarjalan raya.

Pengerjaan fisik diperkirakan berlangsung sekitar lima hari. Setelah rampung, Jalan Jagir Wonokromo 8 yang sebelumnya sempit dan sulit dilalui kendaraan roda dua ditargetkan dapat dilalui kendaraan roda empat dengan lebih aman dan nyaman.

"Untuk rute dan sistem lalu lintas yang akan diterapkan nantinya akan disesuaikan kembali berdasarkan kajian dari Dishub Surabaya," tutur Rerry.

Sementara itu, Kepala Pasar Wonokromo, Agus Setyawan memastikan pihaknya siap menampung 43 pedagang yang ditertibkan dari kawasan Jalan Jagir Wonokromo 8.

Menurut Agus, koordinasi antara pengelola pasar dan Kecamatan Wonokromo telah dilakukan sejak sebelum penertiban. Pihak kecamatan meminta pengelola menyiapkan data stan kosong yang dapat digunakan para pedagang.

"Kami dari PD Pasar Wonokromo sudah diinfokan sebelumnya terkait rencana penertiban PKL di sisi selatan pasar. Pihak kecamatan meminta kami menyiapkan data stan kosong untuk menampung para pedagang tersebut," kata Agus.

Ia menyebut, komoditas yang dijual pedagang cukup beragam. Namun, mayoritas merupakan pedagang buah, terutama pisang. Sebagian lainnya menjual daging dan sayuran.

Untuk mekanisme penempatan, PD Pasar Surya menerapkan sistem sewa bulanan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS), bukan pembelian lapak. Pedagang dapat berkoordinasi langsung dengan pengelola pasar untuk mendaftar dan memilih stan yang tersedia.

"Sistemnya sewa yang dibayarkan setiap bulan. Sampai saat ini memang belum ada pedagang yang masuk secara resmi, tetapi kami terus menyosialisasikan dan menunggu kedatangan mereka. Pihak Pasar Wonokromo dan PD Pasar Surya pada prinsipnya sangat siap menampung seluruh pedagang pasar tumpah tersebut," tegas Agus.

Ia berharap, relokasi 43 pedagang ke area resmi Pasar Wonokromo dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Selain mengembalikan fungsi Jalan Jagir Wonokromo 8 sebagai jalur lalu lintas dan akses putar balik, penataan tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas perekonomian di dalam pasar.

"Kami berharap penataan ini menjadi langkah yang baik untuk semua pihak. Bagi pengguna jalan maupun bagi masyarakat yang ingin berbelanja supaya tetap nyaman dan aman," pungkasnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

 

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.