15 August 2026

Get In Touch

Karhutla Trenggalek Capai 13 Kejadian, BPBD Soroti Ancaman Pembukaan Lahan

Petugas BPBD bersama tim gabungan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Trenggalek. BPBD mencatat hingga kini telah terjadi 13 kejadian karhutla di 7 desa.
Petugas BPBD bersama tim gabungan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Trenggalek. BPBD mencatat hingga kini telah terjadi 13 kejadian karhutla di 7 desa.

TRENGGALEK (Lentera) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Trenggalek telah terjadi sebanyak 13 kali di 7 desa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek menyebut kondisi angin menjadi salah satu faktor yang memperbesar potensi api meluas, sementara dugaan pembukaan lahan dengan cara membakar masih menjadi perhatian petugas.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan salah satu titik api kembali ditemukan di kawasan Gunung Sawe pada Jumat (14/8/2026). Petugas langsung melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi dan penyebab kebakaran.

"Beberapa hari ini memang karena dampak angin. Seperti siang tadi, ada titik api di Gunung Sawe yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan," kata Triadi.

Triadi, yang juga menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek, menegaskan BPBD tidak bekerja sendiri dalam menangani kejadian tersebut. Pemantauan dan pengecekan dilakukan bersama Perhutani, TNI-Polri, serta Cabang Dinas Kehutanan.

"Kami sudah mengimbau kelompok tani hutan maupun LMDH untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar atau kegiatan sejenisnya," ujarnya.

Dari sejumlah kejadian karhutla yang ditangani, luas lahan yang terbakar diperkirakan berada di kisaran 2 hingga 3 hektare. Luasan tersebut dapat berbeda sesuai kondisi ketika kebakaran berlangsung.

"Estimasi antara 2 sampai 3 hektare, tergantung situasi pada saat kejadian," jelas Triadi.

Sementara itu, persoalan kekeringan juga masih menjadi perhatian BPBD Trenggalek. Hingga saat ini, dampak kekeringan tercatat terjadi di 9 kecamatan dan 22 desa.

BPBD terus melakukan pendistribusian air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Rata-rata setiap hari air yang disalurkan mencapai 14.000 hingga 20.000 liter, terutama ke wilayah Kecamatan Panggul, Bendungan, dan Kampak.

Selain distribusi air, BPBD bersama TNI dan Polri juga melakukan pencarian sejumlah titik sumber mata air yang diharapkan dapat menjadi alternatif untuk membantu masyarakat mendapatkan air bersih. (*)

 

Reporter: Herlambang
Editor: Lutfiyu Handi

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.