AROMA masam dari ayam rempah menjadi alarm di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah. Ketua SPPG Jati, Abra Yodha Raya, ikut mencicipi menu itu dalam uji organoleptik. Ia kemudian mual, pusing, dan muntah. Tim dapur pun segera menghentikan distribusi. Sekitar 300 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedianya dikirim ke sekolah akhirnya ditahan. Abra mengatakan makanan itu tidak sampai menyebabkan keracunan pada penerima manfaat. Menu dihentikan setelah tim menemukan aroma yang tidak biasa saat pemeriksaan. Kasus ini di satu sisi menggarisbawahi jik pemeriksaan di dapur berhasil mencegah makanan yang dianggap tak layak sampai ke siswa. Tapi di sisi lain, kejadian tersebut bak menjadi bukti mengakarnya persoalan keamanan pangan dalam program yang menjangkau jutaan penerima. Data terbaru Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 40.759 orang sebagai korban yang dikategorikan sebagai kasus keracunan MBG. Data pemantauan itu tersebar di 36 provinsi sejak program berjalan pada 2025. Meski bukan angka resmi pemerintah dan belum seluruhnya dikonfirmasi secara medis. Persoalan MBG juga muncul dalam pengelolaan anggaran. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan menemukan sejumlah kekurangan dalam pertanggungjawaban keuangan program tersebut di daerah. Temuan itu berasal dari survei Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan terhadap SPPG. Purbaya mengatakan hasilnya akan dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk ditindaklanjuti. Pada saat yang sama, Kepala BGN Sudaryono mengungkap sekitar 6 juta data ganda dalam sistem penerima MBG. Duplikasi itu antara lain terjadi karena seorang anak tercatat sebagai siswa sekolah sekaligus santri di pondok pesantren. Sudaryono menegaskan temuan tersebut bukan berarti enam juta penerima memperoleh makanan atau anggaran dua kali. Sebab, sebagian data juga berasal dari dapur yang belum beroperasi tetapi sudah masuk ke sistem. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/14082026.pdf



.jpg)
.jpg)
.jpg)

Post a comment