06 August 2026

Get In Touch

Beratnya Berobat di Indonesia (Koran Selasa, 4 Agustus 2026)

SISTEM pembiayaan kesehatan Indonesia menghadapi tekanan dari dua arah sekaligus. Berdasarkan paparan BPJS Kesehatan pada Senin (3/8/2026), lembaga itu mencatat defisit operasional sekitar Rp2 triliun per bulan, dengan rasio klaim mencapai 108,72 persen. Disebut pula sekitar 54 juta peserta berstatus nonaktif akibat menunggak iuran. Tanpa realisasi dukungan pendanaan pemerintah sebesar Rp20 triliun, lembaga tersebut berpotensi mengalami gagal bayar klaim mulai Juli 2027. Sayangnya hingga kini, tanda-tanda 'uluran tangan' itu belum tampak. Gencetan lain datang dari mahalnya biaya rumah sakit (RS). Laporan Health Trends 2026 yang dirilis Mercer Marsh Benefits memperkirakan inflasi medis di Indonesia mencapai 17,8 persen sepanjang 2026, jauh melampaui inflasi umum nasional. Strategi untuk mengatasi masalah itu belum diumumkan pemerintah secara pasti. BPJS Kesehatan mengaku tengah mengkaji kemungkinan menjadikan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang aktif sebagai syarat dalam berbagai layanan publik. Mulai dari pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM), paspor, hingga keberangkatan haji dan umrah. Wacana itu juga dipertimbangkan untuk diterapkan pada penerimaan mahasiswa baru. Mampukah langkah itu menjadi 'jurus sakti'? BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/04082026%20(1).pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Lentera.co.
Lentera.co.