KASUS dugaan keracunan massal terus membayangi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan 19 bulan. Terbaru, 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG pada Jumat (31/7/2026). Insiden tersebut menjadi salah satu yang terbesar sejak program itu dijalankan, sekaligus memunculkan kembali pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan keamanan pangan di tengah ekspansi program ke berbagai daerah. Kasus di Semarang datang ketika Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja diganti. Sudaryono yang baru menjabat kurang lebih 10 hari pun sedang getol-getolnya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG secara nasional. Dengan kasus keracunan itu, BGN resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi. Tak hanya itu, diumumkan juga hasil audit internal yang menunjukkan persoalan pengawasan tidak hanya terjadi di satu daerah. Kepala BGN mengungkapkan audit terhadap jaringan SPPG menemukan 5.355 dapur yang diduga melakukan pelanggaran dengan kategori ringan, sedang, hingga berat. Kasus di Semarang menambah panjang daftar keracunan diduga karena menu makanan bergizi pemerintah. Kementerian Kesehatan mencatat telah terjadi 446 kasus keracunan MBG dengan total korban mencapai 37.693 orang selama kurang lebih 19 bulan program berjalan (Januari 2025 hingga awal Mei 2026).Program MBG digadang-gadang demi masa depan generasi bangsa. Sayangnya, di dapur yang terus berganti pimpinan ini, keselamatan nyawa siswa justru saban hari dipertaruhkan. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/03082026.pdf



.jpg)
.jpg)
.jpg)
