29 July 2026

Get In Touch

Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Dokter Tegaskan Itu Mitos

Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Dokter Tegaskan Itu Mitos

SURABAYA ( LENTERA ) - Anggapan bahwa terlalu banyak makan telur bisa menyebabkan bisulan kembali menjadi perbincangan publik setelah Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membagikan pengalaman masa kecilnya saat menghadiri sebuah wawancara. Dalam cerita tersebut, ia mengaku terbiasa mengonsumsi telur setiap hari karena keluarganya memelihara ayam di rumah dan ikan sulit didapat di daerah tempat tinggalnya di Grobogan, Jawa Tengah.

"Saya adalah orang yang lahir di desa. Ibu saya memelihara ayam di pojok rumah, dan saya adalah efek dari makan bergizi. Mohon maaf, mungkin kami bukan orang kaya, tapi kami dari kecil biasa makan telur banyak," ujar Sudaryono.

Ia kemudian melanjutkan bahwa dirinya sempat mengalami bisul ketika masih kecil."Saya selalu makan itu sampai, mohon maaf, sampai bisulan di mana-mana. Saya merasa bisa tumbuh kembang karena telur, karena ikan jarang di Grobogan yang jauh dari pantai," katanya.

Pernyataan tersebut dengan cepat menjadi perbincangan di media sosial. Banyak warganet kembali mempertanyakan mitos lama bahwa konsumsi telur dapat menyebabkan bisul. Namun, para dokter dan ahli gizi menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sesuai dengan bukti ilmiah.

Ahli gizi dr. Tan Shot Yen menjadi salah satu tenaga kesehatan yang langsung memberikan klarifikasi. Melalui akun media sosialnya, ia menegaskan bahwa telur bukan penyebab bisul.

"Maaf Pak, telur nggak bikin bisulan. Pun jika kebanyakan," tulisnya.

Menurut dr. Tan, masyarakat, khususnya para orang tua, tidak perlu takut memberikan telur kepada anak-anak karena khawatir menyebabkan bisulan. Ia mengingatkan bahwa edukasi mengenai pentingnya protein hewani harus terus dilakukan agar mitos yang sudah lama beredar tidak menghambat upaya pemenuhan gizi masyarakat.

Pandangan serupa disampaikan dokter Ayman Alatas. Ia menyebut anggapan bahwa telur menyebabkan bisul hanyalah mitos yang terus berulang meski telah berkali-kali diluruskan oleh tenaga kesehatan.

Menurutnya, bisul merupakan infeksi kulit yang umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, sedangkan jerawat berkaitan dengan bakteri Cutibacterium acnes. Kedua kondisi tersebut tidak disebabkan oleh konsumsi telur.

"Kalau seseorang punya alergi atau sensitivitas terhadap telur, reaksi inflamasi memang bisa memperburuk kondisi kulit yang sudah ada. Tapi bukan berarti telur menyebabkan bisul atau jerawat," jelasnya.

Pendapat serupa juga disampaikan ahli gizi Rizal Nutritionist. Ia menegaskan bahwa telur justru merupakan salah satu sumber protein terbaik bagi tubuh.

"Telur bikin bisul itu mitos. Bisul sebenarnya berasal dari infeksi bakteri, bukan karena makan telur. Yang memiliki alergi telur memang bisa mengalami reaksi pada kulit, tetapi kasusnya relatif jarang. Telur justru kaya zat gizi yang dibutuhkan tubuh," tulisnya.

Penjelasan tersebut diperkuat oleh ahli gizi Siti Sora. Menurutnya, telur mengandung protein berkualitas tinggi lengkap dengan asam amino esensial, vitamin A, vitamin B12, kolin, vitamin D, selenium, dan berbagai mikronutrien lain yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh.

"Ini mitos yang perlu diluruskan. Protein pada telur justru membantu perbaikan jaringan dan mendukung sistem imun, bukan memicu terbentuknya bisul," ujarnya.

Siti menambahkan bahwa hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan konsumsi telur, bahkan dalam jumlah cukup banyak, dapat menyebabkan bisul. Sebaliknya, protein dalam telur justru membantu proses penyembuhan jaringan dan menjaga daya tahan tubuh.

Lalu, apa sebenarnya penyebab bisul?Mengacu pada penjelasan Mayo Clinic, Cleveland Clinic, dan National Health Service (NHS) Inggris, bisul merupakan infeksi pada folikel rambut atau kelenjar minyak yang hampir selalu disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Infeksi terjadi ketika bakteri masuk melalui luka kecil, goresan, atau pori-pori kulit, kemudian berkembang menjadi benjolan merah yang berisi nanah.

Risiko seseorang mengalami bisul dapat meningkat apabila memiliki kebersihan kulit yang kurang baik, mengalami luka terbuka, memiliki daya tahan tubuh yang menurun, menderita diabetes, obesitas, atau penyakit kulit tertentu seperti eksim. Dengan kata lain, penyebab utama bisul berkaitan dengan infeksi bakteri dan kondisi kesehatan seseorang, bukan jenis makanan yang dikonsumsi.

Meski demikian, dokter mengingatkan bahwa sebagian kecil orang memang memiliki alergi terhadap protein telur. Reaksi alergi tersebut biasanya muncul dalam beberapa menit hingga dua jam setelah mengonsumsi telur dan dapat berupa ruam, gatal-gatal, biduran, pembengkakan pada bibir atau wajah, gangguan pencernaan, hingga sesak napas pada kasus yang berat.

Namun, kondisi tersebut berbeda sama sekali dengan bisul. Alergi merupakan respons sistem kekebalan tubuh terhadap protein tertentu, sedangkan bisul adalah infeksi bakteri yang memerlukan penanganan berbeda.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) sendiri menempatkan telur sebagai salah satu sumber protein hewani berkualitas tinggi. Selain mengandung sekitar enam hingga tujuh gram protein per butir, telur juga kaya akan kolin yang penting bagi perkembangan otak, vitamin D, vitamin B12, selenium, fosfor, dan berbagai zat gizi lain yang mendukung pertumbuhan serta menjaga fungsi tubuh.

Karena kandungan gizinya yang tinggi dan harganya relatif terjangkau, telur bahkan menjadi salah satu bahan pangan yang banyak direkomendasikan dalam berbagai program perbaikan gizi di berbagai negara.

Para ahli pun mengingatkan agar masyarakat tidak lagi mempercayai mitos bahwa makan telur menyebabkan bisulan. Selama tidak memiliki alergi terhadap telur, masyarakat dapat mengonsumsinya sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang. Yang jauh lebih penting untuk mencegah bisul adalah menjaga kebersihan tubuh, merawat luka dengan baik, serta mempertahankan daya tahan tubuh agar tidak mudah terinfeksi bakteri.(far,ist/dya)
 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.