09 July 2026

Get In Touch

Bulog Madiun Klaim Stok Beras Aman, Penyaluran SPHP Tembus 103 Persen di Tengah Harga yang Naik

Petugas Bulog memuat beras SPHP ke mobil pedagang di Gudang Bulog Nambangan Kidul, Kota Madiun, Rabu (8/7/2026). Beras tersebut didistribusikan untuk menjaga pasokan dan membantu menstabilkan harga beras di pasaran.
Petugas Bulog memuat beras SPHP ke mobil pedagang di Gudang Bulog Nambangan Kidul, Kota Madiun, Rabu (8/7/2026). Beras tersebut didistribusikan untuk menjaga pasokan dan membantu menstabilkan harga beras di pasaran.

MADIUN (Lentera) — Harga beras di sejumlah pasar di wilayah Madiun mulai merangkak naik. Di tengah kenaikan itu, Perum Bulog Cabang Madiun memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap berjalan normal.

Sebelumnya di Pasar Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, harga beras medium tercatat naik sekitar Rp500 per kilogram dalam beberapa hari terakhir. Sementara beras premium mengalami kenaikan hingga Rp1.000 per kilogram.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Madiun, Agung Sarianto, mengatakan penyaluran beras SPHP di wilayah kerja Bulog Madiun justru telah melampaui target tahun 2026. Hingga Selasa (7/7/2026) malam, realisasi distribusi mencapai 8.352 ton atau 103 persen dari target 8.078 ton.

“Target penyaluran SPHP kami 8.078 ton. Sampai tadi malam sudah tersalurkan 8.352 ton atau sekitar 103 persen,” kata Agung saat ditemui di Gudang Bulog Nambangan Kidul, Kota Madiun, Rabu (8/7/2026).

Wilayah kerja Bulog Madiun meliputi Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Kabupaten Ngawi.

Agung menegaskan tingginya realisasi penyaluran tidak mengganggu ketersediaan stok. Saat ini Bulog masih menyimpan sekitar 92 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah di gudang-gudangnya.

“Stok kami sekitar 92 ribu ton untuk wilayah Madiun dan Ngawi. Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok sangat mencukupi, bahkan diperkirakan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga satu tahun ke depan,” ujarnya.

Menurut Agung, tingginya permintaan beras SPHP menjadi salah satu indikator meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau. Bulog mencatat permintaan beras SPHP di wilayah Madiun dan Ngawi mencapai sekitar 100 ton setiap hari.

Untuk menjaga pemerataan distribusi, setiap pedagang dibatasi membeli maksimal dua ton dalam satu kali pemesanan. Setelah stok habis terjual, pedagang dapat kembali mengajukan pembelian.

“Per pedagang maksimal dua ton setiap order. Kalau sudah habis, silakan mengajukan pesanan lagi,” katanya.

Bulog sempat menghadapi kendala distribusi karena Gudang Nambangan Kidul menjalani perawatan dan fumigasi sebagai upaya pencegahan hama. Selama proses tersebut, distribusi dialihkan ke gudang lain sehingga sebagian pedagang harus mengambil beras dari lokasi yang lebih jauh.

Namun, Agung memastikan gudang tersebut kini kembali beroperasi sehingga distribusi beras SPHP telah kembali normal.

“Kemarin memang ada perawatan dan fumigasi sehingga distribusi kami alihkan ke gudang lain. Sekarang Gudang Nambangan sudah kembali beroperasi sehingga penyaluran kembali lancar,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo 
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.