08 July 2026

Get In Touch

Wali Kota Malang Upayakan Angkot Gratis bagi Pelajar Beroperasi Juli Ini

Arsip-Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama para siswa sekolah dasar di Kota Malang. (Santi/Lentera)
Arsip-Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat bersama para siswa sekolah dasar di Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengupayakan program angkutan kota (Angkot) gratis bagi pelajar sudah dapat beroperasi pada Juli ini atau di awal tahun ajaran baru 2026/2027.

Menurut Wahyu, regulasi teknis untuk pelaksanaan angkutan pelajar gratis saat ini juga telah memasuki tahap harmonisasi dari Pemprov Jatim. "Sudah disetujui terkait peraturan wali kotanya untuk harmonisasi, dalam waktu akan beroperasi. Iya, di tahun ajaran baru," ujarnya, dikutip pada Selasa (7/7/2026).

Sementara saat disinggung keberadaan bus Halokes yang selama ini melayani antar jemput siswa di Kota Malang, Wahyu mengatakan armada tersebut masih akan dilakukan evaluasi untuk menentukan apakah tetap dioperasionalkan atau tidak. 

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, program Angkot Gratis bagi Pelajar akan memberdayakan setidaknya 80 angkot eksisting.

Menurutnya, proses sosialisasi tentang standar operasional pelayanan (SOP) program tersebut juga tengah digencarkan secara masif. Mengingat realisasi yang direncanakan terjadi dalam waktu dekat. 

Dalam waktu dekat, pria yang akrab dengan sapaan Jaya ini juga berencana kembali menggelar pertemuan dengan para sopir angkutan kota guna membahas pelaksanaan angkutan pelajaran gratis minggu ini.

"Kami melakukan finalisasi dan percepatan, intinya sekarang melakukan maraton ya," katanya.

Selain itu, Jaya juga menyampaikan secara garis besar biaya operasional kendaraan (BOK) akan dihitung per kilometer dengan nilai sementara di angka Rp6.700.

Namun, kata Jaya, angka tersebut masih akan dibahas kembali agar nilainya dapat disepakati bersama-sama.

Lebih lanjut, terkait dengan rute operasional angkutan untuk pelajar, Pemkot Malang telah memproyeksikan setiap unit angkutan tidak hanya melintas di rute eksisting angkutan kota, tetapi juga menjangkau lokasi sekolah yang selama ini belum dilalui transportasi umum.

"Misalnya di SMP Negeri 23 angkutan kami masukkan ke sana," kata Jaya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono, menyampaikan, terdapat 4 koperasi paguyuban angkutan kota yang sudah berkomunikasi secara intens dengan Dishub Kota Malang terkait teknis pelaksanaan angkutan pelajar gratis.

Ia memperkirakan terdapat 66 sopir angkutan kota yang akan digandeng untuk menggulirkan program angkutan pelajar gratis.Terkait kesepakatan nilai BOK, Purwono menyampikan proses pembayaran BOK kepada sopir akan melalui koperasi paguyuban, sebagaimana mekanisme yang telah disepakati.

"Urutannya setelah jalan dalam kurun waktu 30 hari itu akan melakukan penagihan ke Dishub dan setelah cair baru koperasi ke anggota. Kurang lebih seperti itu," katanya. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.