01 July 2026

Get In Touch

Kendalikan Inflasi Daerah, Lamongan Gelar Program GAS PAK CAMAT

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Ketua TP PKK dan lainnya melaksanakan program GAS PAK CAMAT pada Senin (29/6/2026).
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Ketua TP PKK dan lainnya melaksanakan program GAS PAK CAMAT pada Senin (29/6/2026).

LAMONGAN (Lentera) - Cabai dan tomat merupakan komoditas hortikultura yang memiliki fluktuasi harga cukup tinggi di Kabupaten Lamongan. Untuk mengendalikan inflasi, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menginisiasi dan melaksanakan Program Gerakan Serentak di Pekarangan Tanam Cabai dan Tomat (GAS PAK CAMAT) se Kabupaten Lamongan pada Senin (29/6/2026).

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, komoditas cabai menjadi penyumbang inflasi pangan di Lamongan selama periode Mei-Juni 2026. 

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan GAS PAK CAMAT dilakukan serentak serentak 27 kecamatan pada hari Senin (29/6/2026). Dia menandaskan sebelumnya yaitu pada 25 hingga 26 Juni telah diserahkan sebanyak 1.890 bibit tanaman cabai rawit, 1.890 bibit cabai besar, dan 1.890 bibit tomat kepada 27 kecamatan dengan rincian 210 bibit cabai dan tomat tiap kecamatan. 

"Hari ini kita canangkan GAS PAK CAMAT, Gerakan Serentak di Pekarangan Tanaman Cabai dan Tomat. Kenapa cabai? alhamdulillah dalam inflasi pangan Lamongan selalu terkendali, kecuali cabai. Nah, ini bertujuan mengendalikan inflasi khususnya cabai," tandasnya Bupati yang akrab dengan sapaan Pak Yes ini.

Dia juga mengatakan bahwa dengan pemanfaatan pekarangan rumah ini diharapkan nampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar. Selain itu juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga.

Pak Yes juga mengajak untuk mensukseskan kegiatan pemanfaatan dan pembiasaan penggunaan pekarangan rumah ini sebagai lahan produktif. Sehingga menurut beliau, dari hal kecil yang sederhana ini nantinya dapat diperoleh output yang luar biasa.

"Pak Mugito (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan) punya 6 galon tanaman cabai yang hasilnya bisa dimanfaatkan berbulan-bulan sehingga tidak perlu membeli cabai. Gerakan ini agar semuanya menjadi bisa, kalau sudah bisa kemudian terbiasa dan menjadi kebiasaan untuk pemanfaatan pekarangan menjadi lebih optimal. Hal kecil tapi jika menjadi suatu gerakan inu tentu akan bisa menghasilkan output yang sangat luar biasa," imbuhnya. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.