SURABAYA (Lentera) – Di momen masa libur sekolah Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur mengajak seluruh pelaku pariwisata untuk bersama-sama memastikan wisatawan dapat menikmati pengalaman berwisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, mengatakan ajakan tersebut sejalan dengan terbitnya Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor: 00.13.2/19906/118.5/2026 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan pada Saat Libur Sekolah Tahun 2026.
Di momen masa libur sekolah selalu menjadi momen istimewa bagi banyak keluarga untuk berlibur, menghabiskan waktu bersama, dan menjelajahi berbagai destinasi wisata.
Dia memandaskan surat edaran ini menjadi pedoman bagi pemerintah daerah, pengelola destinasi wisata, pelaku usaha pariwisata, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan selama periode libur sekolah yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026 .
Evy Afianasari mengatakan bahwa Jawa Timur memiliki beragam destinasi wisata yang selalu menjadi pilihan masyarakat saat musim liburan, mulai dari wisata alam, budaya, hingga berbagai atraksi dan event daerah yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
"Libur sekolah merupakan momentum yang dinantikan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Karena itu, kami ingin memastikan setiap wisatawan dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan saat berkunjung ke berbagai destinasi di Jawa Timur," katanya pada Senin (22/6/2026).
Dia juga menandaskn akan juga mengajak seluruh pengelola destinasi dan pelaku usaha pariwisata untuk memastikan standar keselamatan, kesiapan fasilitas, kapasitas kunjungan, serta layanan informasi kepada wisatawan dapat berjalan dengan baik selama periode liburan.
"Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan saat musim liburan tentu membawa dampak positif bagi perekonomian daerah dan masyarakat sekitar destinasi. Namun di sisi lain, peningkatan aktivitas wisata juga perlu diimbangi dengan kesiapan layanan, pengelolaan destinasi yang baik, serta perhatian terhadap aspek keselamatan dan kenyamanan pengunjung," katanya.
Evy mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengingatkan bahwa tingginya mobilitas wisatawan selama masa libur sekolah berpotensi menimbulkan kepadatan di destinasi wisata, peningkatan risiko kecelakaan wisata, gangguan keamanan dan ketertiban, serta berbagai kondisi lain yang dapat mempengaruhi kenyamanan wisatawan.
Melalui surat edaran tersebut, pemerintah daerah dan pelaku pariwisata diimbau untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, memastikan penerapan standar keselamatan dan pelayanan wisata, serta melakukan pengawasan terhadap fasilitas dan aktivitas wisata yang berpotensi menimbulkan risiko bagi pengunjung.
Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) guna memastikan aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga selama periode libur sekolah.
Selain itu, pengelola destinasi juga didorong untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengelola kapasitas kunjungan dengan baik, menyediakan informasi yang jelas bagi wisatawan, serta menghadirkan fasilitas yang mendukung kenyamanan selama berwisata. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkualitas sekaligus menjaga keberlanjutan destinasi wisata di Jawa Timur.
Pengelola destinasi dan pelaku usaha pariwisata juga diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas wisata yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi, seperti pendakian gunung, arung jeram, wisata bahari, outbound, jembatan gantung, maupun wahana wisata lainnya.
Kesiapan prosedur keselamatan, kelayakan fasilitas, serta mitigasi risiko menjadi hal penting untuk memastikan keamanan wisatawan selama beraktivitas.
Disbudpar Jatim juga mengajak wisatawan untuk turut berperan dalam menciptakan suasana wisata yang aman dan nyaman dengan mematuhi aturan yang berlaku di destinasi, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperhatikan informasi cuaca dan kondisi terkini sebelum melakukan perjalanan wisata.
"Pariwisata yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pengelola destinasi, tetapi juga oleh kepedulian dan partisipasi wisatawan. Mari bersama-sama menjaga kenyamanan dan kelestarian destinasi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak," tambahnya.
Sejalan dengan itu, seluruh pengelola destinasi wisata juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan cuaca dan potensi bencana dengan memperhatikan informasi resmi dari BMKG serta menyampaikan informasi terkini kepada wisatawan apabila diperlukan.
Selama periode libur sekolah yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026, maka Disbudpar Jatim akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan berbagai pemangku kepentingan untuk memantau kondisi destinasi wisata serta memastikan layanan kepada wisatawan berjalan dengan baik.
Evy berharap upaya ini dapat mendukung terciptanya iklim pariwisata yang aman dan kondusif sekaligus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi Jawa Timur, yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan citra daerah. (*)
Editor : Lutfiyu Handi




.jpg)
