KASUS dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase krusial. Permohonan justice collaborator (JC) mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya bakal.mulai diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung). Permohonan perlindungan juga telah diterima Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Nama 32 orang pun sempat viral di media sosial diduga terseret kasus korupsi dalam program unggulan Presiden Prabowo tersebut. Ada inisial NS, lalu ada inisial D, lalu ada inisial SS, kemudian ada inisial DZ yang sempat disebut Sony di depan wartawan. Bahkan narasi yang beredar di media sosial menyebut mengenai adanya pembagian keuntungan ke Prabowo. Hal tersebut langsung ditepis Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang. Diketahui, sejak diluncurkan MBG memang terus dibayangi berbagai masalah. Mulai dari kasus keracunan massal, ratusan dapur SPPG yang dilaporkan berhenti beroperasi akibat kendala pendanaan, persoalan sertifikasi dan pengelolaan limbah, hingga dugaan penipuan kerja sama serta korupsi. Di tengah persoalan yang belum tuntas, muncul pula tantangan baru terkait rencana penggunaan kantin sekolah sebagai pengganti dapur MBG di daerah tertinggal. Publik kini menanti sejauh mana 'nyanyian' Sony dapat membuka tabir sumbangnya program MBG. Apakah rentetan persoalan tersebut saling berkaitan atau berdiri sendiri? BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/15062026.pdf



.jpg)
.jpg)
.jpg)
