13 April 2026

Get In Touch

Per April 2026, Persiapan Keberangkatan Calon Jemaah Haji Palangka Raya Rampung 99 Persen

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palangka Raya, H. Ahmad Fauzi
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palangka Raya, H. Ahmad Fauzi

PALANGKA RAYA (Lentera) – Hingga awal April 2026, tingkat kesiapan calon jemaah haji asal Kota Palangka Raya untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dilaporkan telah mencapai 99 persen.

Hal ini dikonfirmasi Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palangka Raya, H Ahmad Fauzi yang mengatakan seluruh tahapan utama telah dilalui para jemaah, mulai pemeriksaan kesehatan, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji, pelaksanaan manasik, hingga vaksinasi, seluruhnya telah berjalan sesuai jadwal.

“Semua tahapan sudah dilaksanakan calon jemaah haji, jadi tinggal menunggu waktu keberangkatan, persiapan sudah rampung 99 persen,” papar Fauzi, Rabu (8/4/2026).

Secara keseluruhan, jumlah calon jemaah haji dari Provinsi Kalimantan Tengah di tahun 2026 ini mencapai 1.559 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 296 jemaah berasal dari Kota Palangka Raya.

Ia menegaskan, pihaknya tetap menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan yang dapat memengaruhi perjalanan haji jemaah, terutama terkait dinamika situasi di kawasan Timur Tengah.

Fauzi menjelaskan, koordinasi intensif terus dilakukan antara pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi, guna memastikan penyelenggaraan ibadah haji tetap berjalan aman dan lancar. Tidak hanya itu, berbagai skenario juga telah dibahas bersama pemerintah pusat dan DPR sebagai langkah mitigasi risiko.

“Koordinasi dengan pihak-pihak terkait terus dilakukan, termasuk dengan pihak Arab Saudi, demikian juga dengan berbagai kemungkinan telah dibahas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, apabila terjadi perubahan jalur penerbangan akibat kondisi tertentu, jemaah tetap dapat diberangkatkan melalui rute alternatif, meskipun dengan konsekuensi waktu tempuh yang lebih lama.

Fauzi menambahkan, opsi penundaan keberangkatan juga menjadi bagian dari langkah antisipatif apabila kondisi tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan.

Selanjutnya ia mengutarakan, seluruh biaya perjalanan jemaah, termasuk akomodasi dan layanan lainnya, telah dilunasi. Ini menjadi salah satu faktor penting dalam pengambilan kebijakan apabila terjadi perubahan situasi.

“Tentunya kita berharap seluruh proses akan berjalan lancar, namun kesiapsiagaan tetap harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

 

Reporter: Novita/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.