13 April 2026

Get In Touch

Sabar Menabung di Kaleng Roti Sejak 2005, Pasangan Penjual Kopi di Ponorogo Bisa Berangkat Haji

MENABUNG - Mbah Gecol saat meracik kopi di warungnya, Wakoka, Jalan Menur Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Senin (13/4/2026). Tahun ini Mbah Gecol dan istri naik haji dengan cara menyisihkan Rp 5 ribu setiap hari (Tribun)
MENABUNG - Mbah Gecol saat meracik kopi di warungnya, Wakoka, Jalan Menur Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Senin (13/4/2026). Tahun ini Mbah Gecol dan istri naik haji dengan cara menyisihkan Rp 5 ribu setiap hari (Tribun)

PONOROGO (Lentera) -Ketekunan dan kesabaran berbuah manis bagi pasangan suami istri penjual kopi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Berkat konsistensi menabung uang receh setiap hari, Wahyudi (Mbah Gecol) dan istrinya, Siti Setianawati, dipastikan berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada tahun 2026 ini.

Aroma seduhan kopi mulai mengepul di Warung Kopi Wakoka, Jalan Menur, Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Ponorogo, Senin (13/4/2026) pagi. Di tengah hiruk-pikuk pelanggan, tangan Mbah Gecol nampak cekatan menyiapkan pesanan "kopi cingkir" yang melegenda.

Siapa sangka, dari setiap cangkir kopi yang terjual, tersisip doa dan recehan yang ia kumpulkan selama puluhan tahun demi memenuhi rukun Islam kelima.

Menabung Diam-diam di Kaleng Roti Sejak 2005

Perjalanan spiritual pasangan ini dimulai sejak tahun 2005. Menariknya, upaya menabung ini awalnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh Siti Setianawati tanpa sepengetahuan sang suami.

Siti mengaku menyisihkan uang hasil jualan mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000 setiap harinya. Uang tersebut dimasukkan ke dalam wadah sederhana berupa kaleng (blek) roti bekas. 

"Awalnya yang nabung istri saya. Menyisihkan penghasilan setiap harinya. Kadang Rp 5.000, kadang Rp 10.000. Mulai tahun 2005 lalu. Saya awalnya tidak tahu," kisah Mbah Gecol saat ditemui di warungnya, Senin.

Rahasia tersebut baru terungkap pada 10 Oktober 2012. Saat itu, Siti meminta suaminya mengenakan pakaian terbaik untuk pergi ke bank guna membuka tabungan haji.

"Saya saat itu kaget, uang dari mana? Setelahnya istri saya mengeluarkan uang di dalam blek bekas roti itu. Di situ ada pecahan Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000," kenang Mbah Gecol.

Siti Setianawati sambil berseloroh menceritakan alasannya merahasiakan tabungan tersebut dari sang suami.

"Hingga punya tekad ingin haji, saya tabung itu di kaleng. Pak Gecol ya tidak tahu itu. Kalau tahu malah nanti diambil terus buat modal," kelakar Siti.

Perjuangan Mendapatkan Porsi Haji

Setelah berhasil mendaftarkan diri dan mendapatkan porsi haji pada 2012, perjuangan mereka tidak berhenti. Pasangan ini justru semakin giat bekerja dan lebih disiplin dalam mengelola keuangan.

Jika sebelumnya menabung secara tidak menentu, pascamendaftar mereka berkomitmen untuk menyisihkan minimal Rp 500.000 per bulan untuk melunasi biaya haji.

"Habis itu, kami bekerja lebih keras lagi. Menabung lebih banyak. Per bulan pokoknya minimal harus menabung Rp 500.000. Alhamdulillah tahun ini dipanggil," urai Mbah Gecol.

Siti menambahkan bahwa gaya hidup hemat menjadi kunci utama keberhasilan mereka. Menurutnya, mustahil bagi penjual kopi sederhana bisa ke Tanah Suci tanpa perencanaan yang matang.

"Kita irit semuanya. Sebulan setidaknya menabung Rp 500.000, syukur-syukur kalau lebih. Uang tersebut langsung dimasukkan ke tabungan haji," tegas Siti.

Berangkat dalam Kloter 19 Embarkasi Juanda

Setelah menanti selama 14 tahun sejak pendaftaran, panggilan ke Baitullah itu akhirnya tiba. Siti mengaku sempat tidak percaya saat menerima informasi bahwa mereka masuk dalam kuota haji 2026.

"Saya langsung sujud syukur, tidak pernah mimpi mbak. Uang receh Rp 5.000 yang saya sisihkan membawa kami terbang ke Baitullah," ungkapnya penuh haru.

Berdasarkan jadwal, Mbah Gecol dan Siti Setianawati tergabung dalam Kloter 19 Embarkasi Juanda Surabaya. Pasangan asal Bumi Reog ini dijadwalkan berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 26 April 2026, dan akan terbang ke Arab Saudi pada 27 April 2026.

"Doakan kami berdua mabrur. Juga selamat sampai ke tanah air lagi ya," pungkas Mbah Gecol menutup pembicaraan (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.