SUMENEP (Lentera) - Sebanyak 805 atau sekitar 60 persen Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Sumenep, masuk kategori risiko tinggi (risti) pada musim haji 2026.
“Sekitar 60 persen CJH asal Sumenep, memang masuk risti,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri saat dihubungi Kompas.com dikutip, Jumat (3/4/2026).
Syamsuri merinci, total CJH asal Sumenep tahun ini tercatat sebanyak 1.343 orang. Dengan persentase tersebut, sekitar 805 jemaah masuk kategori risiko tinggi.
Kategori risti, jelas Syamsuri, mencakup jemaah lanjut usia (lansia), serta mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
"Kelompok ini jadi perhatian khusus, karena memiliki potensi gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah haji," tambahnya.
Meski demikian, seluruh CJH risti yang tetap diberangkatkan dipastikan telah melalui pemeriksaan kesehatan secara ketat.
Mereka juga telah mengantongi Surat Istithaah Kesehatan Haji, yaitu dokumen resmi dari Kementerian Kesehatan yang menyatakan jemaah mampu secara fisik dan mental untuk melaksanakan ibadah.
Dalam surat tersebut, juga tercantum rekomendasi pendampingan, baik berupa konsumsi obat rutin maupun dukungan dari keluarga atau pendamping selama di Tanah Suci.
"Memang ada SOPnya, terlebih bagi CJH yang risti itu," jelasnya.
Petugas kesehatan, lanjut Syamsuri, akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para jemaah risti, baik sebelum keberangkatan maupun selama pelaksanaan ibadah haji. Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga.
Sementara itu, untuk musim haji 2026, jumlah CJH asal Sumenep yang telah masuk kelompok terbang (kloter) sebanyak 1.330 orang. Mereka terbagi dalam empat kloter. Rinciannya, Kloter 77 sebanyak 373 jemaah, Kloter 78 sebanyak 376 jemaah, Kloter 79 sebanyak 373 jemaah, dan Kloter 81 sebanyak 208 jemaah.
Selain itu, terdapat 13 jemaah cadangan yang dinyatakan akan berangkat tahun ini, namun masih menunggu kloter.
"Harapan kami, seluruh jemaah, terutama yang masuk kategori risti, agar menjaga kondisi fisik sejak sebelum keberangkatan. Disiplin mengonsumsi obat, menjaga pola makan, dan mengatur aktivitas agar nanti ibadah haji dapat dijalankan dengan lancar," pungkasnya.
Editor: Arief Sukaputra



.jpg)
