SURABAYA (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan aktivitas kesenian di Balai Pemuda tetap berjalan normal di tengah proses penataan ruang untuk kepengurusan baru Dewan Kesenian Surabaya (DKS).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan langkah tersebut bukan bentuk pengosongan ruang bagi seniman, melainkan penyesuaian administratif pasca terpilihnya ketua dan pengurus DKS yang baru
“Balai Pemuda itu sebenarnya bukan dilakukan pengosongan. Ini juga bukan pengosongan terhadap kesenian maupun para seniman,” kata Eri, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan, kepengurusan baru DKS membutuhkan ruang untuk menjalankan tugas dan program kerja. Namun, saat hendak menempati ruang tersebut, fasilitas yang ada masih digunakan oleh pihak sebelumnya.
Karena itu, Pemkot Surabaya meminta agar ruang tersebut dapat diserahkan kepada pengurus baru demi mendukung kelancaran roda organisasi. Meski demikian, kegiatan seni dipastikan tetap berlangsung seperti biasa di Balai Pemuda.
“Sudah terpilih ketua Dewan Kesenian yang baru, sehingga pengurus baru perlu menempati ruang yang ada. Tetapi keseniannya tetap di Balai Pemuda,” jelasnya.
Pemkot Surabaya menilai penataan ini sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem kesenian tetap hidup, sekaligus memastikan tata kelola organisasi berjalan optimal.
Dengan demikian, Balai Pemuda tetap menjadi ruang ekspresi bagi para seniman sekaligus pusat aktivitas Dewan Kesenian di Kota Pahlawan.
“Bukan pengosongan seniman atau kesenian, melainkan penataan ruang bagi pengurus baru Dewan Kesenian. Kegiatan seni tetap berlangsung di Balai Pemuda,” pungkasnya.
Reporter: Amanah/Editor:Santi




.jpg)
