PEKANBARU (Lentera) - Dalam kurun waktu 5 hari terakhir, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Riau telah menyemai sebanyak 11 ton garam ke atmosfer guna memicu hujan buatan, di tengah lonjakan ratusan titik panas yang terdeteksi di wilayah tersebut.
"Operasi ini bertujuan memicu hujan buatan agar kondisi lahan, khususnya gambut, tetap lembap dan tidak mudah terbakar," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, Jim Gafur, melansir Media Center Riau, Sabtu (4/4/2026).
Ditambahkannya, OMC tahap kedua ini dilaksanakan sejak 28 Maret hingga 1 April 2026. Langkah tersebut difokuskan untuk menjaga kelembapan lahan, terutama gambut, yang sangat rentan terbakar saat musim kering.
Jim menjelaskan, OMC kali ini merupakan lanjutan dari tahap pertama yang telah digelar pada awal Februari lalu. Pemerintah daerah menilai metode tersebut cukup efektif dalam menekan potensi karhutla di sejumlah wilayah rawan.
Adapun wilayah penyemaian difokuskan di pesisir timur Riau yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan kebakaran, meliputi Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, serta Kota Dumai.
Selain mengandalkan OMC, pemerintah juga memperkuat upaya pemadaman melalui dukungan sarana udara. Saat ini, satu unit helikopter water bombing telah disiagakan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
Namun demikian, Jim mengakui kebutuhan armada udara masih belum mencukupi. "Kami sudah mengajukan kembali untuk helikopter water bombing, saat ini sedang diproses, karena perizinannya cukup panjang," ungkapnya.
Editor:Santi




.jpg)
