SURABAYA (Lentera) – Komisi VIII DPR RI mengapresiasi kesiapsiagaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam penanganan bencana di tengah cuaca ekstrem. Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Kamis (22/1/2026).
Kunjungan kerja ini dipimpin oleh Anggota DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, dan diikuti sejumlah anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur, di antaranya Haeny Relawati (Golkar), Guntur Sasono (Demokrat), H. Ansari (PDIP), Endro Hermono (Gerindra), H. An’im Falachudin (PKB), serta Syaiful Nuri (PAN), seperti keterangan tertulis yang diterima Jumat (23/1/2026).
Rombongan Komisi VIII DPR RI disambut langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, bersama jajaran pejabat eselon III di lingkungan BPBD Jatim. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial RI Agus Zainal Arifin, serta perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Kunjungan diawali dengan peninjauan sejumlah fasilitas edukasi dan peralatan kebencanaan milik BPBD Jatim, di antaranya Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena), Tenda Pendidikan Bencana (Tenpina), Simulator Gempa Bumi, serta kendaraan Command Center BPBD One.
Di Taman Edukasi Bencana, anggota Komisi VIII DPR RI juga menyempatkan diri mengikuti pembelajaran kebencanaan bersama siswa KB-TK Permata Sunnah Sidoarjo yang tengah berkunjung ke BPBD Jatim.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB). Pada kesempatan tersebut, anggota legislatif berdiskusi dan berbagi pandangan terkait upaya kesiapsiagaan serta penanganan darurat bencana yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama masa cuaca ekstrem.
Ketua Tim Kunjungan Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, mengapresiasi berbagai langkah kesiapsiagaan yang telah dilakukan BPBD Jawa Timur, mulai dari penguatan fasilitas edukasi bencana, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga kelengkapan sarana dan prasarana kebencanaan.
Ia juga menyoroti keberadaan sejumlah fasilitas yang dinilai unik dan belum dimiliki provinsi lain, seperti Tenda Pendidikan Bencana dan kendaraan Command Center BPBD One.
“Apa yang telah dilakukan Jawa Timur ini harus menjadi percontohan bagi provinsi lain, agar penanganan bencana secara nasional semakin kuat. Terlebih saat ini kejadian bencana di berbagai daerah cenderung meningkat,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Anggota DPR RI Haeny Relawati. Ia memuji keberadaan kendaraan Mobile Command Center BPBD One yang disebutnya sebagai satu-satunya di Indonesia yang dibiayai melalui APBD provinsi.
“Mobile command center BPBD Jatim ini satu-satunya di Indonesia yang dibiayai APBD Provinsi. Kami menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa atas fasilitasi ini. Ke depan, perlu dipertimbangkan penambahan unit untuk daerah rawan bencana,” katanya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyampaikan terima kasih atas kunjungan serta apresiasi dari Komisi VIII DPR RI. Namun demikian, ia juga berharap dukungan dari para legislator dalam mengatasi sejumlah tantangan penanggulangan bencana di Jawa Timur.
Menurutnya, masih terdapat kendala terkait kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam penanganan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dan Bengawan Solo, serta normalisasi sungai lahar dingin di kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang. (*)
Editor : Lutfiyu Handi




.jpg)
