12 January 2026

Get In Touch

Pemerataan Pendidikan Tak Akan Tercapai Tanpa Dukungan Kesejahteraan Guru

Guru naik perahu klotok untuk mengajar di wilayah pinggiran
Guru naik perahu klotok untuk mengajar di wilayah pinggiran

PALANGKA RAYA (Lentera) -Dalam rangka mendorong pemerataan kualitas pendidikan di wilayah pinggiran, Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya diminta untuk memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan guru. 

Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, menekankan pemerataan pendidikan tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan nyata terhadap para guru, terutama yang menghadapi keterbatasan akses dan sarana transportasi.

“Para guru yang mengabdi di daerah pinggiran dan terpencil, harus menghadapi tantangan yang jauh lebih berat, seperti kendala mengakses transportasi serta biaya operasional,” papar Syaufwan, Rabu (7/1/2026).

Karena itu ia menyarankan, Pemkot Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan perlu menghadirkan kebijakan konkret, salah satunya dengan menyediakan kendaraan operasional, antara lain berupa perahu bermesin atau klotok, bagi guru yang harus menempuh jalur sungai untuk menuju sekolah.

Selain itu Syaufwan mengusulkan diberikannya kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi guru yang menempuh perjalanan darat ke sekolah-sekolah di daerah pinggiran.

Menurut Syaufwan, biaya transportasi acapkali menjadi beban tambahan yang tidak sedikit.

“Kami berharap, ada dana kompensasi BBM atau insentif bagi para guru yang bertugas di daerah pelosok atau terpencil, sehingga mereka tidak terbebani secara ekonomi dalam menjalankan tugas,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, DPRD juga meminta Pemkot Palangka Raya agar mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan atau insentif tambahan secara berkelanjutan. 

Tidak hanya itu, juga menata ulang sistem penempatan guru sehingga tidak terjadi penumpukan tenaga pendidik hanya di wilayah perkotaan.

Syaufwan menambahkan, penataan distribusi guru harus lebih adil dan merata. Perpindahan guru dari daerah terpencil ke pusat kota perlu dibatasi agar sekolah di pinggiran tidak kekurangan tenaga pendidik.

"Kami dari DPRD akan terus mendorong Pemkot Palangka Raya agar konsisten memperhatikan kesetaraan fasilitas, sarana, dan prasarana pendidikan, baik di sekolah pusat kota maupun daerah pinggiran," pungkasnya.

Reporter: Novita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.