12 January 2026

Get In Touch

Berkomitmen Atasi Banjir, DPRD Kota Surabaya Bentuk Pansus Pengendalian Banjir

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Faris Abidin. (Amanah/Lentera)
Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Faris Abidin. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) – Permasalahan banjir yang masih kerap terjadi di Kota Surabaya menjadi perhatian serius DPRD Kota Surabaya. Komitmen kuat untuk mengatasi persoalan tersebut ditunjukkan dengan dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) Pengendalian Banjir oleh DPRD.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Faris Abidin, mengatakan, banjir tidak bisa dilihat hanya dari satu variabel semata. Menurutnya, banyak faktor yang saling berkaitan, terutama kondisi saluran pembuangan air yang tidak berfungsi optimal.

“Komitmen kami sangat kuat dalam mengatasi banjir. Ini dibuktikan dengan dibentuknya Pansus Pengendalian Banjir. Persoalan banjir bukan hanya soal curah hujan, tetapi juga menyangkut sistem drainase yang belum bekerja maksimal,” kata Faris kepada Lentera, Kamis (8/1/2026).

Ia menilai, Surabaya membutuhkan terobosan baru dalam penanganan banjir, khususnya dengan membuka dan memperbaiki sistem drainase agar mampu mengalihkan debit air hujan yang tinggi. 

Pansus antibanjir menawarkan beberapa solusi yang dinilai efektif antara lain pembangunan sumur serapan di titik-titik tertentu, pembuatan biopori di lingkungan perkampungan, serta optimalisasi pompa air.

Terkait tanggul Sungai Pakis Kembang Kuning yang beberapa waktu lalu hampir jebol, Faris menilai kejadian tersebut tidak berdiri sendiri dan memiliki kesamaan dengan persoalan banjir di wilayah lain di Surabaya. 

Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran serta seluruh pihak, mulai dari camat, lurah, hingga RT dan RW, dalam melakukan revitalisasi kawasan rawan banjir.

Tak hanya itu, politisi muda dari Fraksi PKS ini juga menyatakan, DPRD menyetujui penambahan anggaran yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk penanganan banjir.  “Penambahan anggaran ini bentuk keseriusan kami bersama Pemkot. Banjir harus menjadi prioritas utama karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan warga,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah kota telah mengucurkan dana kelurahan dan kecamatan ke masing-masing wilayah. Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanganan banjir secara serius dan berkelanjutan.

“Dana kelurahan dan kecamatan sudah ada. Tinggal bagaimana optimalisasi dan keseriusannya di lapangan agar penanganan banjir benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Faris meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya untuk rutin memantau dan meninjau taman serta pohon-pohon yang dikelola Pemkot. Hal ini dinilai penting mengingat intensitas hujan yang disertai angin kencang saat ini meningkatkan risiko pohon tumbang.

“Pemantauan rutin sangat diperlukan agar potensi pohon tumbang bisa diantisipasi lebih awal, sehingga kerugian dan dampak terhadap masyarakat dapat dihindari,” pungkasnya.(*)

 

Reporter: Amanah
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.