12 January 2026

Get In Touch

Super Flu Merebak di Jatim, DPRD Surabaya Imbau Warga Waspada Tanpa Panik

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah. (Amanah/Lentera)
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) – Masyarakat dihebohkan dengan adanya kasus Super Flu, berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Ketiganya menjadi kontributor utama  temuan kasus super flu di Indonesia.

Terkait hal itu, Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik, menyikapi merebaknya penyakit yang dikenal sebagai super flu di Jawa Timur.

Menurut dr. Zuhro, super flu merupakan bagian dari penyakit influenza, tepatnya influenza A subclade K. Penyakit ini memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibandingkan influenza biasa, namun tidak mematikan seperti Covid-19.

“Super flu itu sebenarnya influenza juga, hanya saja penularannya lebih cepat. Namun tidak seperti Covid-19,” kata dr. Zuhro pada Lentera, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, kelompok yang paling rentan terdampak super flu adalah lansia, anak-anak, serta masyarakat dengan penyakit penyerta atau komorbid.

"Gejalanya pun hampir sama dengan flu pada umumnya, seperti batuk, pilek, dan demam," jelasnya.

Dr. Zuhro menambahkan, penurunan daya tahan tubuh, terutama setelah bepergian atau dalam kondisi kelelahan, dapat meningkatkan risiko tertular. Oleh karena itu, penularan penyakit ini tergolong mudah terjadi.

“Tanpa super flu pun, ketika seseorang capek dan imunitasnya menurun, penularan influenza memang mudah terjadi,” tambahnya.

Meski demikian, dr. Zuhro menekankan pentingnya menjaga ketenangan agar tidak memperburuk kondisi kesehatan. “Kita tidak boleh panik. Tetap tenang itu sudah 50 persen dari obat. Kalau stres, justru imunitas bisa turun,” tegasnya.

Ia mengimbau, masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti memakai masker saat mengalami gejala flu, mencukupi kebutuhan cairan agar tidak dehidrasi, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta beristirahat yang cukup.

Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya juga telah melakukan langkah antisipasi. Baik pasien BPJS maupun umum tetap melalui proses skrining di fasilitas kesehatan. 

Masyarakat juga diminta proaktif melakukan skrining mandiri dan segera mendatangi puskesmas terdekat jika mengalami gejala.

“Dinkes sudah memberikan imbauan melalui grup WhatsApp kampung-kampung. Pencegahan harus dilakukan bersama antara masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.