12 January 2026

Get In Touch

Awas, Kurang Tidur Memicu Obesitas dan Stres

Ilustrasi obesitas yang disebabkan kurangnya jam tidur. (foto:ist/Kompas.com/shutterstock)
Ilustrasi obesitas yang disebabkan kurangnya jam tidur. (foto:ist/Kompas.com/shutterstock)

SURABAYA (Lentera) - Obesitas dapat menjadi bahaya tersendiri karena dapat menyebabkan munculnya penyakit lain seperti diabetes, kadar kolesterol yang tinggi, dan tekanan darah tinggi. 

Namun, tanpa disadari banyak hal yang dapat memicu obesitas pada remaja, salah satunya yaitu kurangnya waktu tidur. 

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), Dr Nur Aisiyah Widjaja dr Sp A(K) menyebut bahwa kebiasaan jam tidur yang kurang dapat meningkatkan risiko obesitas. 

“Perlu regulasi jam tidur yang tepat, maksimal pukul 21.00, yang mana hormon melatonin yang mengatur regulasi tidur akan meningkat perlahan dari pukul 20.00," kata Nur Aisiyah merilis Kompas.com, Senin (5/1/2026). 

“Apabila tidur melebihi pukul 21.00, maka hormon melatonin akan digantikan dengan hormon leptin yang dapat memberikan rasa lapar dan keinginan untuk sekedar ngemil atau makan meningkat,” ujarnya lagi. 

Disebutkannya, bahwa kebiasaan tidur larut malam biasanya dibarengi dengan kegiatan makan cemilan yang kurang baik dimakan saat malam hari. 

Menurutnya, banyak remaja yang mengonsumsi mie instan dan terkadang ditambah telur sebagai campurannya saat malam hari. Tidak jarang juga, remaja memakan gorengan sebagai cemilan saat malam hari. 

“Tambahan tersebut juga akan menambah asupan kalori yang masuk pada tubuh, terlebih saat malam hari tubuh tidak terlalu aktif bergerak sehingga berisiko besar munculnya obesitas,” katanya. 

Selain berkaitan dengan obesitas, kurangnya waktu tidur juga dapat dipengaruhi oleh stres. Nur Aisiyah mengatakan, tubuh dapat melepaskan hormon kortisol saat sedang stres. 

Padahal, menurut dia, peningkatan hormon kortisol akan mengganggu pelepasan melatonin yang mengatur tidur. Oleh karena itu, Nur Aisiyah menekankan pentingnya menjaga stres tubuh, tidak hanya menjaga pola makan. 

Durasi tidur yang kurang, dapat memicu terjadinya obesitas yang nantinya dapat berdampak pada peningkatan Sindrom Metabolik (risiko diabetes, penyakit jantung koroner dan penyakit yang berhubungan dengan penyakit non communicable disease/NCD). 

“Usahakan tidur di jam 9 malam dan makan terakhir di jam 7 (malam), serta hindari pengerjaan tugas kebut semalam. Perhatikan durasi tidur karena dapat memicu terjadinya obesitas yang berdampak,” pungkasnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputrak

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.