04 April 2025

Get In Touch

Disbudporapar Surabaya Tingkatkan Pengawasan Objek Wisata saat Libur Lebaran

Kegiatan memberi makan jerapah yang bisa dilakukan saat liburan ke Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Kegiatan memberi makan jerapah yang bisa dilakukan saat liburan ke Kebun Binatang Surabaya (KBS).

SURABAYA (Lentera)- Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudporapar) Kota Surabaya meningkatkan pengawasan terhadap objek-objek wisata selama libur Lebaran 2025. 

Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung yang diprediksi mengalami lonjakan signifikan.

Kepala Bidang Pariwisata Disbudporapar Kota Surabaya, Farah Andita Ramdhani mengatakan, selama masa libur Lebaran, pihaknya memprediksi terjadi lonjakan pengunjung di sejumlah objek wisata Kota Pahlawan.

"Beberapa titik yang setiap tahun menjadi rujukan wisatawan adalah Kebun Binatang Surabaya (KBS), THP Kenjeran, dan Kenjeran Park (Kenpark) atau Atlantis Land," kata Farah, Rabu (2/4/2025).

Guna mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya telah melakukan pembinaan dan pengecekan langsung ke lapangan bersama dengan para pengelola objek wisata. 

Dalam hal ini, Disbudporapar memberikan imbauan dan sosialisasi terkait keamanan dan keselamatan pengunjung, sesuai dengan aturan dan pedoman dari provinsi maupun Kementerian Pariwisata.

"Kami menyampaikan poin-poin keamanan dan kenyamanan pengunjung yang harus disiapkan oleh setiap pengelola. Termasuk memastikan bahwa wahana yang dibuka untuk pengunjung umum sudah memenuhi standar keamanan," tuturnya. 

Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya koordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L), untuk memastikan keamanan wahana dan fasilitas lainnya.

"Pihak pengelola juga memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa wahana yang dibuka untuk pengunjung umum itu juga sudah dalam standar keamanan," tegasnya.

Selama monitoring atau kunjungan ke objek wisata, Disbudporapar memberikan saran perbaikan kepada pengelola, khususnya terkait manajemen kerumunan (crowd management). Termasuk terhadap pengaturan alur pengunjung di loket, penambahan petugas, pengaturan parkir, penyiapan satgas kedaruratan, tim kesehatan hingga soal kebersihan toilet dan musala. 

"Secara umum, perhatian kami adalah manajemen kerumunan, pelayanan di loket, penambahan petugas, parkir, satgas kedaruratan, tim kesehatan, serta kebersihan toilet dan musala," ungkapnya.

Menurut Farah, monitoring atau pengawasan tidak hanya dilakukan sebelum libur Lebaran 2025, tetapi juga selama masa liburan. Tim Disbudporapar turun langsung ke lokasi-lokasi yang diprediksi memiliki jumlah pengunjung tinggi.

"Pada saat hari libur Lebaran, kami juga memiliki tim yang turun untuk melakukan monitoring ke lokasi-lokasi yang dianggap memiliki jumlah pengunjung tinggi berdasarkan data yang masuk," jelasnya.

Guna mendukung daya tarik wisata selama libur Lebaran, Disbudporapar juga mendorong destinasi-destinasi wisata di Kota Pahlawan untuk membuat atraksi khusus yang tidak ada di hari-hari biasa.

"Kami juga mendorong destinasi-destinasi itu untuk membuat atraksi khusus selama libur Lebaran, karena dengan pengunjung yang pasti lebih tinggi dari bulan sebelumnya, atraksi yang menarik akan menambah daya tarik," ungkapnya.

Terakhir, ia memastikan bahwa Tim Disbudporapar akan terus melakukan pemantauan demi keamanan dan kenyamanan pengunjung wisatawan selama libur Lebaran.

"Kita juga sempat jalan bareng (visitasi) dengan provinsi karena juga ada kegiatan visitasi di lapangan. Jadi di Surabaya kita bareng-bareng dengan provinsi," tutupnya.

 

Reporter: Amanah/ Editor: Widyawati

 

 

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.