
JAKARTA (Lenteratoday) -Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, mengaku bahwa ia sempat bertanya dulu kepada pemain timnas Ukraina, Ruslan Malinovskyi, apakah ia siap bermain di laga Liga Europa kontra Olympiakos pada Jumat (25/2/2022).
Atalanta akhirnya menang nyaman 3-0 di kandang Olympiacos pada laga leg kedua babak playoff tersebut untuk membuat skor secara agregat 5-1 bagi kemenangan La Dea.
Malinovskyi sendiri tak hanya bermain sebagai starter, ia bahkan menjadi pahlawan pada laga di Piraeus tersebut dengan mencetak dua gol pada menit ke-66 dan ke-69.
Pemain berusia 28 tahun tersebut menceploskan bola setelah menuntaskan kerjasama bagus untuk gol pertamanya.
Ia kemudian membobol gawang lawan lewat tendangan roket beberapa saat kemudian.
Sebagai perayaan setelah mencetak gol-golnya, Malinovskyi menunjukkan kaos dengan pesan perdamaian, "No war in Ukraine".
Pemain-pemain Atalanta kemudian sontak datang memeluk pemain yang telah tampil dalam 45 laga bagi timnas Ukraina tersebut.
Gasperini mengutarakan simpatinya terhadap perang di Ukraina.
"Kita semua tengah melewati masa sulit sekarang ini dan terlebih lagi bagi dirinya," ujar sang pelatih seperti dikutip dari Football Italia.
"Pagi ini saya bertanya kepadanya apakah ia merasa siap untuk bermain karena orang tua dan anggota keluarganya yang lain berada di Ukraina sekarang ini," mengutip Kompas.
"Sepak bola tak bisa memecahkan semua masalah tetapi saya harap bisa memberi kontribusi kecil agar membuat semua orang merasa lebih dekat bersama."
Dari sisi sepak bola, Liga domestik Ukraina sebenarnya siap kembali bergulir pada akhir pekan ini setelah jeda musim dingin.
Akan tetapi, sepak bola Ukraina di semua level telah dihentikan.
PSSI-nya Ukraina juga telah melayangkan banding dan meminta agar timnas dan klub-klub Rusia agar tak berkompetisi di kompetisi internasional di bawah pengawasan FIFA dan UEFA.
UEFA sendiri mengutarakan bahwa mereka "berbagi kekhawatiran komunitas internasional.
"Kami tetap berteguh hati dalam solidaritas kami dengan komunitas sepak bola dan siap menjulurkan tangan bagi rakyat Ukrainia," tulis pernyataan mereka.
Sementara, UEFA juga mendapat tekanan untuk menggeser final Liga Champions dari Saint-Petersburg seiring dengan krisis yang tengah terjadi antara Rusia dan Ukraina (*)
Editor: Arifin BH