07 April 2025

Get In Touch

Dunia Persepakbolaan Lesu Darah, Bursa Transfer Anjlok 30%

Dunia Persepakbolaan Lesu Darah, Bursa Transfer Anjlok 30%

JENEWA (Lenteratoday)- Pandemi Covid-19 masih mengacak-acak berbagai sektor kehidupan di tahun kedua ini. Salah satunya adalah dunia persepakbolaan yang mengalami penurunan bursa transfer hingga 30%.

Federasi sepak bola internasional (FIFA) dikutip Sabtu (15/1/2022) mengungkapkan data mengenai nilai transaksi transfer pemain sepakbola dunia pada tahun 2021. Dalam periode itu, total pengeluaran untuk transaksi pemain mencapai USD 4,86 miliar atau setara hampir Rp 70 triliun.

Ini merupakan penurunan kedua sejak masa pra pandemi Covid-19 di tahun 2019. Pada 2020, nilai transfer mencapai USD 5,63 miliar sementara di 2019 pengeluaran global berada di level USD 7,35 miliar.

Namun, secara jumlah, total transfer meningkat dari 17.190 transfer pada 2020 menjadi 18.068 pada 2021. Ini didorong keputusan klub untuk merekrut lebih banyak pemain di luar kontrak.

"Ini berarti bahwa sementara semua klub perlu menyegarkan skuat mereka, klub tidak begitu bersemangat untuk membayar biaya transfer, dan oleh karena itu total biaya transfer mencapai titik terendah dalam lima tahun pada 2021," ujar lembaga yang berpusat di Jenewa itu dikutip Reuters.

Meski begitu, FIFA juga merilis data bahwa ada pertumbuhan transaksi signifikan yang dilakukan klub sepakbola wanita. Pada 2021 jumlah yang dikeluarkan oleh klub sepakbola wanita mencapai USD 2,1 miliar. Ini merupakan kenaikan 72,8% dibandingkan tahun 2020 yang berada USD 1,2 miliar.

Secara rinci, klub-klub Inggris adalah pembelanja tertinggi dalam transfer internasional dengan total pembelanjaan USD 1,386 miliar. Salah satu bentuk kesepakatan besar yang dicapai adalah transfer Romelu Lukaku yang dilakukan Chelsea dari Inter Milan.(*)

Reporter: dya/reuters
Editor: Widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.