06 April 2025

Get In Touch

Tersingkir dari Liga Champions, Barcelona Tak Asing dengan Liga Europa

Ekspresi bek Barcelona, Gerard Pique, dalam pertandingan Liga Champions melawan Bayern Muenchen pada Rabu (8/12/2021) atau Kamis dini hari WIB (AFP)
Ekspresi bek Barcelona, Gerard Pique, dalam pertandingan Liga Champions melawan Bayern Muenchen pada Rabu (8/12/2021) atau Kamis dini hari WIB (AFP)

JAKARTA (Lenteratoday) -Barcelona harus tersingkir dari Liga Champions 2021-2022. 

Barcelona harus angkat koper terlebih dulu lantaran takluk dari Bayern Muenchen dengan skor 0-3 pada laga terakhir Grup E Liga Champions di Allianz Arena, Kamis (9/12/2021). 

Gol-gol Die Roten, julukan Bayern Muenchen, berhasil dicetak Thomas Mueller (34'), Leroy Sane (43'), Jamal Musiala (62'). Selain kekalahan, Barca gagal lolos lantaran pada pertandingan lainnya Benfica menang 2-0 atas Dynamo Kyiv. 

Barca pun kemudian harus finis di peringkat ketiga dengan mengoleksi 7 poin. Alhasil, Sergio Busquet dan kawan-kawan terlempar ke Liga Europa. Barca menjadi salah satu tim dari 8 tim yang akan tampil di play off Liga Europa.

Selain Barcelona, klub yang tampil di play off Liga Europa adalah RB Leipzig, FC Porto, Borussia Dortmund,  Sheriff Tiraspol, Sevilla, dan Zenit Saint Petersburg. 

Tersingkirnya Barca dari Liga Champions menjadi sebuah penurunan bagi Barcelona, klub dengan koleksi lima trofi Liga Champions. Terlebih, Barca juga tidak pernah absen dari babak 16 besar Liga Champions sejak musim 2004-2005.

Terlepas dari itu, bermain di Liga Europa sejatinya bukanlah hal buruk. Kompetisi antarklub level kedua Eropa itu juga tak asing bagi Barca. Mereka pernah 11 kali berpartisipasi di kompetisi yang dulu bernama Piala UEFA tersebut.

Kali terakhir Barcelona bermain di Liga Europa (Piala UEFA) adalah pada musim 2003-2004. Kala itu, Blaugrana tampil di Piala UEFA setelah hanya bisa finis di posisi keenam klasemen akhir Liga Spanyol 2002-2003.

Barcelona memulai perjuangan di Piala UEFA 2003-3004 dari putaran pertama. Waktu itu, kompetisi Piala UEFA masih menggunakan sistem gugur sejak putaran pertama.

Barcelona yang kala itu diperkuat oleh pemain bintang macam Carles Puyol, Javier Saviola, Ronaldinho, dan Xavi (kini menjadi pelatih Barca) gagal meraih hasil mengesankan di Piala UEFA 2003-2004.

Langkah mereka terhenti pada putaran keempat alias babak 16 besar. Mereka kalah agregat 0-1 dari wakil Skotlandia, Glasgow Celtic.

Barcelona tumbang 0-1 ketika bertandang ke Celtic Park, lalu hanya bisa bermain 0-0 di Camp Nou (*)

Sumber: Kompas.com

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.