05 April 2025

Get In Touch

Piala Dunia 2022: Italia Dibayangi Tragedi 63 Tahun Silam

Pelatih kepala tim nasional Italia Roberto Mancini (keempat kanan) saat memimpin sesi latihan skuatnya di Stadion Windsor Park, Belfast, menjelang menghadapi tuan rumah Irlandia Utara dalam laga pemungkas Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa (Ant
Pelatih kepala tim nasional Italia Roberto Mancini (keempat kanan) saat memimpin sesi latihan skuatnya di Stadion Windsor Park, Belfast, menjelang menghadapi tuan rumah Irlandia Utara dalam laga pemungkas Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Eropa (Ant

JAKARTA (Lenteratoday) -Setelah 63 tahun berlalu, Italia kembali ke Stadion Windsor Park di Kota Belfast, Irlandia Utara, untuk menentukan langkah ke babak utama Piala Dunia Qatar 2022. ”Gli Azzurri” wajib menang besar di laga Selasa (16/11/2021) pukul 02.45 WIB demi mempertahankan posisi puncak Grup C sekaligus mengunci tiket ke Qatar.

Windsor Park menghadirkan kenangan buruk bagi Italia. Pada 15 Januari 1958, Italia menghadapi Irlandia Utara untuk memerebutkan satu tiket ke Piala Dunia Swedia 1958 dari Grup 8 zona Eropa. Italia tumbang, 1-2.

Untuk kali pertama, Azzurri gagal tampil di Piala Dunia. Kejadian itu lantas dikenang publik Italia sebagai ”tragedi Belfast”.

Roberto Mancini meminta anak-anak asuhnya di skuat tim nasional Italia untuk mengalahkan rasa cemas saat menghadapi Irlandia Utara dalam laga pemungkas tersebut.

Pasalnya, rasa cemas yang disebut Mancini itu membuat Italia gagal mengalahkan Swiss dan harus menangguk hasil imbang 1-1 dalam pertandingan sebelumnya di Olimpico.

Laga kontra Irlandia Utara bakal menjadi penentuan nasib apakah Italia bakal memperoleh tiket ke Qatar tahun depan atau harus menempuh jalur playoff, sementara di waktu bersamaan Swiss akan menjamu Bulgaria.

Italia saat ini memimpin di puncak klasemen berbekal keunggulan selisih gol atas Swiss, meski kedua tim sama-sama mengoleksi 15 poin. Hanya juara grup yang memperoleh tiket otomatis ke putaran final Piala Dunia 2022, sedangkan runner-up bakal melakoni babak playoff.

"Kami terlalu diliputi kecemasan saat melawan Swiss," kata Mancini sebagaimana dilansir Reuters, Senin dini hari WIB.

"Di Irlandia Utara nanti tekanan jelas akan lebih besar, tetapi penting bagi kami untuk mengalahkan rasa cemas," sambung dia.

Menghadapi Irlandia Utara, Mancini berharap para pemainnya bisa menerapkan strategi umpan-umpan cepat sebagaimana yang sudah dilakukan dalam tiga tahun terakhir sejak ia mengambil alih kursi pelatih kepala Gli Azzurri.

"Tentu tidak akan mudah sebab Irlandia Utara jarang membiarkan lawan leluasa di area pertahanan mereka," katanya.

"Perjalanan ini memiliki banyak momen-momen sulit, yang mana kami tidak terbiasa menghadapinya. Tapi para pemain tidak boleh melupakan hal-hal yang sudah kami capai sejauh ini," tutup Mancini.

Di bawah Mancini, Italia menorehkan rekor nirkalah terpanjang sepanjang sejarah mereka dan mengangkat trofi Euro 2020 di Wembley, Juli lalu.

Kegagalan mendapat tiket putaran final jelas akan menjadi antiklimaks dalam perjalanan epik Italia.

Mancini menambahkan bahwa gelandang AC Milan Sandro Tonali bisa memainkan peranan penting sembari mengungkap bahwa Nicolo Barella berburu dengan waktu memulihkan kondisinya agar bisa ikut turun dalam laga kontra Swiss (*)

Sumber: Antara, Kompas

Editor: Arifinn BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.