06 April 2025

Get In Touch

Gubernur Khofifah Tawarkan Layanan Paliatif Berbasis Pesantren pada Penderita Kanker

Gubernur Khofifah Tawarkan Layanan Paliatif Berbasis Pesantren pada Penderita Kanker

Surabaya– GubernurJawa Timur Khofifah Indar Parawansa menawarkan layanan baru bagi para penderitakanker. Layanan tersebut adalah layananPaliatif berbasis pesantren sebagai salah satu layanan bagi penderita kanker, khususnya yang stadium lanjut.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah saat memperingati Hari Kanker Sedunia 2020 bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Jawa Timur. Acara peringatan tersebut bertajuk Penguatan Jejaring Penanggulangan Kanker dan digelar di Kantor Gubernur jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Rabu (26/2/2020) pagi.

Khofifah menyerbutkan bahwalayanan paliatif berbasis pesantren dapat dilakukanmelalui kerjasama dan koordinasi berbagai pihak. Kerjasamatersebut bisa saja antara PemerintahProvinsi Jawa Timur ataupun YKI dengan Fakultas Kedokteran dan pesantren-pesantrenyang ada di Jawa Timur. “Menurut saya potensi Jawa Timur cukup besar untukmenyiapkan perawatan  paliatif berbasispesantren. KetikaKKN mahasiswanya bisa diarahkan untuk memberikan pelayanan di perawatan paliatif berbasis pesantren,” sebutKhofifah.

Ada beberapa keuntunganyang disebut Khofifah terkait dengan layanan paliatif berbasis pesantren ini. Diantaranya,tidak perlu mendirikan bangunan baru,namun yang dibutuhkan hanya rehabdi pesantren yang nantinya ditetapkan sebagai sarana untuk layanan paliatifberbasis pesantren.

Selain itu, jika layanan tersebut dijalankan, maka penderita kanker tidakhanya mendapatkan layanan medis saja. Tetapi sekaligus mendapatkan siraman spiritualdari pengasuh pesantren. “Jadi nggak perlu bikin bangunan baru, paling rehab sedikitdan bisa mendapatkan penguatan spiritual dari pesantren kemudian bisa kunjunganpara dokter. YKI punya fungsi preventif, promotif dan supportif. Pesantrenmemiliki kemampuan support yang luar biasa, khususnya membangun ketenangan hatimelalui dzikir dan sebagainya ,” tuturnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, pendekatan paliatif yangmenitikberatkan pada peningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya,merupakan kebutuhan penting bagi penderita kanker. Hal ini dikarenakan seringkali ketika seseorang mendapatkan vonis dari dokter, maka mereka kehilangansemangat hidup dan cenderung berputus asa.

“Paliatif itu menurut saya adalah sebuah kebutuhan apalagi kalau merekayang sudah divonis oleh dokter tinggal berapa bulan misalnya,   biasanya sudah hopeless,  semangat hidup mereka yang harusdibangkitkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu,Khofifah juga mengusulkan adanya perluasan YKI di Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Karena, di Jatimmasih belum semuanya terdapat YKI. “Saya berharap bahwa akan bisa diluaskancabang kabupaten/kotanya,” usulnya.

Dalam hal ini, PKK dan Dharma Wanita juga diharapkan melakukan sosialisasi pada masyarakat sekitar terkaitkanker. Utamanya kanker payudara dan kanker servik yang menjadi penyebabtertinggi kematian wanita di Indonesia. “Nah sekarang PKK nya sudah harusmengkomunikasikan tentang breast cancer dan servik ini terutama sampai posyandukalau bisa dasa wisma, sehingga langkah-langkah preventif bisa dilakukan secaralebih komprehensif,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua YKI Jatim, Nina Kirana Soekarwo menyampaikan kepadasemua pihak untuk peduli terhadap persoalan kanker di tengah-tengah masyarakat.Dirinya mengingatkan agar semua berupaya untuk cegah kanker melalui pola hidupsehat dengan kata kunci cerdik. Yaitu, Cek Kesehatan Secara Rutin, EnyahkanAsap Rokok, Rajin Olahraga, Diet Seimbang, Istirahat Cukup dan Kelola Stres. “Ibu-ibutentu masih ingat kata kunci cegah kanker dengan berpola hidup sehat dengankata kunci cerdik,” kata Nina Soekarwo yang sering disapa Bude Karwo itu.

Hadir diacara tersebut Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua UmumYayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat Murniati Widodo AS, Ketua TP PKK Prov.Jatim Arumi Emil Elestianto Dardak, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) JatimNina Kirana Soekarwo, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Jatim Gardjati HeruTjahjono, pengurus YKI Jatim, pengurus DWP Jatim serta Pengurus TP PKK Jatim.(ufi/hms)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.