04 April 2025

Get In Touch

Kali Pertama di Tanah Papua, Jokowi Bangga Resmi Membuka PON XX

Presiden Joko Widodo (kanan) melambaikan tangannya kepada warga saat tiba di lokasi Upacara Pembukaan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (2/10/2021). (Foto: ANTARA)
Presiden Joko Widodo (kanan) melambaikan tangannya kepada warga saat tiba di lokasi Upacara Pembukaan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (2/10/2021). (Foto: ANTARA)

JAYAPURA (Lenteratoday)-Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Indonesia maupun provinsi di ujung paling timur negeri ini.  Secara resmi Presiden Joko Widodo pun membuka kegiatan yang akan mempertandingkan 37 cabang olahraga di Stadion Lukas Enembe, Kab. Jayapura, Papua, pada Sabtu (2/10/2021) malam. Jokowi mengaku bangga untuk kali pertama PON diselenggarakan di Papua.

"Dengan mengucap bismillahirrahmahnirrahim, dengan nama Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pekan Olahraga Nasional ke-20 Papua secara resmi saya nyatakan dibuka," ujar Jokowi dalam sambutannya yang diikuti sorakan dari penonton, seperti tampak pada siaran resmi PON XX.

PON XX Papua 2021 yang akan berlangsung pada 2-15 Oktober mendatang, diikuti 34 kontingen dari 34 KONI Provinsi dengan jumlah atlet dan ofisial sebanyak lebih dari 10 ribu orang. Pada edisi kali ini, terdapat total 2.239 medali yang diperebutkan dari 56 disiplin dan 681 nomor pertandingan. Rinciannya, 681 medali emas, 681 medali perak, dan 877 medali perunggu

Jokowi menyatakan PON XX merupakan gambaran dari kemajuan Papua dalam hal kesiapan infrastruktur dan masyarakat dalam menggelar acara besar.

"Perasaan saya dan saudara pasti sama, kita bangga berada di tanah Papua. Kita bangga berada di stadion terbaik di Asia Pasifik ini. Kita bangga bisa membuka PON yang pertama kali diselenggarakan di tanah Papua," kata Jokowi dalam sambutannya.

Menurutnya, PON XX Papua memiliki makna besar bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, event olahraga empat tahunan ini bisa menjadi panggung bagi persatuan dan persaudaraan serta kesetaraan dan keadilan masyarakat Indonesia.

"Stadion yang megah bukan satu-satunya simbol kemajuan Papua, melainkan juga konektivitas laut, darat, dan udara serta bandara dan pelabuhan. Begitu juga dengan pengembangan sumber daya manusia Papua yang merupakan pencapaian dari kemajuan lainnya dari Papua," tandasnya.(*)

Penulis: Istidah/Rilis

Editor: Widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.