05 April 2025

Get In Touch

Membangun Aksi Solidaritas, Berjuang Menghadapi Pandemi

Aksi solidaritas membagikan nasi gratis (Ist)
Aksi solidaritas membagikan nasi gratis (Ist)

Pandemi Covid-19 menguras emosi dan psikis masyarakat. Ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir berdampak pada masyarakat. Sakit, kehilangan keluarga atau kerabat, ataupun kesulitan ekonomi merupakan bermacam pemicunya.

Daya tahan masyarakat dibutuhkan untuk menghadapi tekanan dan ketidakpastian selama pandemi Covid-19. Namun, daya tahan dari sebagian masyarakat justru rendah.

Mengutip hasil riset Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 26 Mei-2 Juni 2021 menunjukkan tingkat daya tahan orang Indonesia pada berbagai usia cenderung rendah.

Riset secra daring dengan 5.817 partisipan itu memperlihatkandaya tahan psikis sebagian responden turun dengan cepat setelah mengalami peristiwa emosional. Sebagian besar responden juga tidak tahan terhadap stress ataupun sakit.

Tidak sedikit yang pesimistis dalam memandang masa depan. Kondisi itu menggambarkan tingkat daya tahan masyarakat cenderung rendah.

Di tengah gelombang pandemi Covid-19 yang menyesakkan, bermekaran aksi solidaritas yang melegakan.

Orang-orang berhati baik di sejumlah kota menawarkan aneka pertolongan atau menyediakan dirinya sebagai teman bagi warga korban pandemi. Inilah modal sosial terbesar yang kita miliki untuk melawan pandemi.

Dalam kondisi sulit akibat pandemi Covid-19 saat ini, dibutuhkan kemampuan membangun spiritualitas, relasi yang harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Berjuang bersama, hadapi pandemi ini.

Optimisme dan semangat kebersamaan menjadi modal bangsa menghadapi deraan demi deraan yang muncul akibat pandemi Covid-19.

Contoh langsung

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dr. Soetomo Surabaya berkolaborasi dengan Bonek Tribun kidul membagikan makanan dan vitamin untuk warga Surabaya yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) akibat terinfeksi Covid-19.

Kepala SMK Dr. Soetomo Surabaya Juliantono Hadi di Surabaya, Sabtu mengatakan banyak warga isoman di Kota Pahlawan yang butuh bantuan makanan dan vitamin, apalagi saat ini terkendala adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

"Bantuan ini gratis untuk yang isolasi mandiri. Bagi warga isoman bisa hubungi Smekdors atau Bonek Tribun Kidul, nanti kami antarkan langsung ke rumah warga," kata Anton.

Dia menjelaskan untuk warga yang ingin mendapatkan bantuan syaratnya cukup mudah dan tidak perlu melampirkan tes usap PCR dengan hasil positif.

"Cukup menghubungi lewat Whatsapp jika lagi isoman di rumah dengan mengetik nama dan alamat rumah, akan kami beri bantuan. Jika misal isolasi di Asrama Haji sudah diurusi Pemkot Surabaya. Kami fokus yang isoman di rumah," kata pria yang akrab disapa Cak Joel tersebut.

Adapun titik-titik pembagian nasi gratis ada di kawasan Ketintang dan Warung Kopi Wong Jowo. Smekdors dan Bonek Tribun Kidul juga turut dibantu Bonek Sememi membagikan makanan tersebut.

"Namun ada sejumlah kendala yang kami hadapi dalam membagikan bantuan ini, yakni salah satunya membeli kantong plastik. Pelaksanaan PPKM darurat membuat banyak toko yang menyediakan bahan-bahan tutup," katanya.

Kendala lain adalah ongkos kirim yang mahal kalau jarak pengiriman jauh. Kendati begitu, Cak Joel bersyukur kegiatan bagi nasi serta vitamin ini mulai ada yang membantu.

Dia mengapresiasi kegiatan yang dilakukan siswa-siswanya bersama Bonek Tribun Kidul. Menurutnya, di tengah situasi tingginya kasus harian Covid-19 perlu adanya sebuah kolaborasi yang tangguh dari seluruh masyarakat.

“Di masa-masa seperti inilah kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang tangguh dan kuat. Bangsa yang diisi masyarakat dengan kepedulian tinggi dan saling membantu. Kita harus bergotong royong agar kita bisa segera pulih dan bangkit dari pandemi ini," ujarnya. 

Pentolan Bonek Tribun Kidul Sinyo Devara mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk meringankan beban warga isoman yang kesulitan memenuhi kebutuhannya selama menjalani isolasi.

"Semoga kasus Covid-19 di Indonesia segera turun bahkan bisa bebas dari virus corona. Kami juga berharap agar PPKM darurat tidak diperpanjang agar masyarakat tidak semakin susah hidupnya," ujarnya.

Daya tahan adalah kapasitas psikologis individu untuk bangkit kembali dari kesulitan, ketidakpastian, konflik, ataupun kegagalan.

Upaya yang dilakukan Smekdors adalah contoh langsung. Semoga bisa membuat keluarga penderita atau seseorang yang sedang melakukan isolasi mandiri, mampu kembali tumbuh semangat dan berkembang, meskipun berada di tengah situasi sulit.

Dengan kemampuan ini, orang lebih mudah menjaga keseimbangan dan menjaga diri dari masalah kesehatan mental (ABH).

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera.co.
Lentera.co.