04 April 2025

Get In Touch

Pilkada 2020 PDIP Surabaya Fokus Mesin Politik dan ‘Turba’

Pilkada 2020 PDIP Surabaya Fokus Mesin Politik dan ‘Turba’

Surabaya-Suhu politik di Surabaya makin memanas jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 23 September 2020 mendatang. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya konsisten menempuh jalan gotong-royong dan ‘turba’ atau turun ke bawah. Gerakan ini melibatkan segenap anggota, kader, simpatisan dan pengurus partai, bersatu dengan rakyat.

Di Kota Pahlawan, PDIP mempunyai bekal kepercayaan rakyat yang sangat kuat. Pilkada 2015, pasangan Wali Kota Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana, yang diusung Parati berlambang Kepala Banteng ini meraih dukungan 86,3% atau 893.087 suara.
Pada Pemilu 2019, PDIP meraih 416.000 suara dan memperoleh porsi mayoritas 15 kursi di DPRD Kota Surabaya. “Ini bekal kepercayaan rakyat yang sangat kuat bagi PDI Perjuangan untuk memenangkan Pilkada Surabaya,” kata Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Senin (27/1).

Sekarang ini PDI Perjuangan Kota Surabaya fokus menyiapkan mesin politik. Yakni, pembentukan anak-anak ranting di tingkat RW, ranting tingkat kelurahan dan PAC tingkat kecamatan. Jajaran kader dan pengurus PDIP tengah sibuk, bergotong-royong, membentuk dan melakukan penyegaran Anak-Anak Ranting. “Agenda konsolidasi partai kita selesaikan dulu. PDI Perjuangan memiliki 1.045 Anak Ranting dari 1.405 RW,” kata Awi--begitu sapaan pria yang juga menjadi Ketua DPRD Surabaya ini.

Sementara para kandidat, dengan disokong jaringan PDIP, sangat aktif bertemu masyarakat. Mereka membantu memecahkan persoalan rakyat. Dan, mengampanyekan program-program kerakyatan yang berkemajuan. Para kandidat juga menegaskan sikap ideologis PDIP, yang teguh menjaga Surabaya sebagai ‘rumah bersama’ bagi semua kelompok dan golongan.
Ada 19 kandidat bakal calon wali kota dan wakil walikota yang mendaftar ke PDI Perjuangan. Kandidat yang kader PDI Perjuangan adalah Bakal Calon Wali Kota Whisnu Sakti Buana, Dyah Katarina, Bakal Calon Wakil Wali Kota Armuji, Eddy Tarmidi, Anugerah Aryadi dan Oni Setiawan. Semua aktif bertemu rakyat, dengan caranya masing-masing.

“Tentang siapa yang direkom sebagai calon wali kota dan calon wakil wali kota adalah domain dari DPP PDIP. Posisi DPC Kota Surabaya akan tegak lurus menjalankan siapapun yang direkom DPP,” kata Adi.
PDIP sangat yakin, rakyat Surabaya sangat memperhitungkan kandidat yang direkom partainya. Terlebih 3 Pilkada langsung tahun 2005, 2010 dan 2015 dimenangkan semua oleh PDIP. Dan, Kota Surabaya mengalami banyak perubahan, kemajuan dan kental berwajah kerakyatan. Sejak 2002 atau 18 tahun, Surabaya dipimpin kader PDIP, era Wali Kota Bambang DH dan Wali Kota Tri Rismaharini.

“Sejak 2010, Wali Kota Bu Risma telah mendorong peradaban kota yang berkemajuan dan humanis, serta mengangkat di forum internasional. Banyak program Bu Risma yang manfaatnya telah dirasakan langsung oleh rakyat. Mulai pendidikan gratis, kesehatan gratis, pengendalian banjir yang cepat surut, pavingisasi dan perbaikan saluran air, pembangunan taman-taman kota, adalah cuplikan keberhasilan Bu Risma,” katanya.(*)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.