05 April 2025

Get In Touch

Inilah Kiprah Para Petugas dalam Antisipasi Banjir

Inilah Kiprah Para Petugas dalam Antisipasi Banjir

Surabaya - Tak banyak masyarakat yang tahu, jika dibalikupaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengantisipasi banjir, ternyata adaperan para petugas yang sangat berjasa. Ketika hujan deras turun, merekalahyang bertugas untuk memastikan agar Kota Surabaya aman dari banjir. Bahkan,terkadang mereka pantang pulang sebelum air hujan itu benar-benar surut.

Mereka adalah Satgas Pematusan (PU), operator rumah pompa,hingga petugas kebersihan dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH)Surabaya. Jajaran yang dimiliki Pemkot Surabaya ini bisa dibilang sangatberjasa dalam upaya mengantisipasi banjir di Kota Surabaya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan(DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati mengatakan, di Surabaya terdapat sekitar1300 Satgas PU yang bertugas melakukan normalisasi saluran-saluran atau boxculvert yang tidak bisa dijangkau oleh alat berat.

“Jadi mereka yang melakukan normalisasi saluran ketika alatberat itu tidak bisa menjangkau,” kata Erna di ruang kerjanya, Jum’at(17/1/2020).

Namun demikian, kata Erna, jika musim hujan seperti ini,Satgas PU yang berjumlah 1300 an orang, akan disebar untuk membantu pekerjaandi rumah-rumah pompa. Setidaknya ada 250 operator di 59 lokasi rumah pompa yangtersebar di beberapa titik Surabaya. Mereka pun terbagi menjadi 3 shift kerja.

“Satu rumah pompa itu terdapat 3 hingga 8 pompa. Sementarapetugasnya, ada 250 an (operator), belum termasuk bagian penyarang sampah,kira-kira ada 300 an,” katanya.

Menurutnya, petugas di rumah pompa itu harus memastikanbahwa ketika hujan turun, debit air dalam kondisi aman. Selain itu, jika dalamkeadaan listrik mati, mereka juga bertugas untuk memastikan genset dalamkondisi menyala.

 “Mereka harusmemastikan semuanya aman. Kalau sampahnya terlalu besar, maka pompanyadimatikan dulu, untuk mengambil (sampahnya) secara manual,” tuturnya.

Selain peran petugas tersebut, Pemkot Surabaya juga memiliki72 alat berat untuk melakukan normalisasi saluran-saluran di Kota Surabaya.Erna menyebut, pengerukan saluran menggunakan alat berat tak hanya dilakukan diwaktu musim hujan. Hal ini sebagai salah satu upaya agar Kota Surabaya amandari banjir. “Jadi 72 alat berat itu juga tidak pernah berhenti, dari tanggal 1(Januari) sampai Desember setiap tahunnya,” tutupnya. (ard)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.