
GRESIK - Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melalui Takmir Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik memberikan pelatihan pembuatan pupuk kompos serta berkebun bagi peserta didik dan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik.
Kegiatan ini merupakan wujud dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dalam membangun kemandirian para difabel. Selain itu juga menjadi bagian dari program Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik (TBPG) yang berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam regenerasi petani.
Ketua Takmir Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik, Rohmad menjelaskan bahwa pelatihan diberikan selama tiga hari, mulai tanggal 28 dan 31 Desember 2019, serta Kamis (2/1) hari ini. Total peserta pelatihan sebanyak 86 orang, dimana 61 diantaranya adalah peserta didik yang terdiri dari 52 penyandang tuna rungu dan sembilan tuna netra. Sedangkan 25 peserta pelatihan lainnya merupakan guru pendamping.

Peserta mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk kompos atau composting. Pupuk yang dihasilkan dimanfaatkan untuk kebun sayur milik Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik yang pengairannya memanfaatkan air bekas wudhu para jamaah.
"Para peserta juga mendapat pelatihan untuk pengolahan lahan, bercocok tanam, hingga penjualan hasil panen. Pelatihan yang diberikan Petrokimia Gresik merupakan program yang terintegrasi," ujar Rohmad.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menyampaikan pihaknya akan terus berkolaborasi dengan stakeholder untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Kali ini berkolaborasi dengan SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik.
"Kami ingin memberikan kontribusi, meskipun sedikit tambahan ilmu buat anak-anak supaya mereka memiliki pilihan untuk menentukan masa depannya," ujar Rahmad Pribadi.
Ia pun menambahkan jika Petrokimia Gresik saat ini tengah menjalankan program TBPG. Salah satu gerakannya adalah regenerasi petani.
Petani di Indonesia sekitar 60 persen usianya sudah berada di atas 60 tahun. Sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) ini membutuhkan regenerasi. Diharapkan peserta pelatihan ini mampu menjadi petani menggantikan SDM yang sudah tua.
"Anak-anak kami yang istimewa ini memiliki kesempatan yang sama dalam pertanian. Menjadi petani modern itu sangat keren, dan mampu menjamin kesejahteraan," jelas Rahmad Pribadi.
Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Gresik, Cut Laura Kusworo menyampaikan bahwa liburan peserta didik SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik diisi dengan kegiatan berbobot.
"Liburan diisi dengan pelatihan. Ilmu ini insya Allah akan sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Dan ketika masuk sekolah, anak-anak bisa langsung berkreasi menerapkan ilmu membuat kompos dan berkebun di lahan mini milik sekolah," ujarnya.
Cut Laura menyampaikan jika dalam proses pelatihan pasti ada kesulitan-kesulitan kecil, karena anak difabel adalah anak yang istimewa, berkebutuhan khusus.
"Tapi berkat pendampingan dari guru, kepala sekolah dan tenaga profesional dari Petrokimia Gresik, anak-anak kami menjadi lihai dalam berkebun dan membuat pupuk kompos. Dan saya sekarang yang perlu belajar kepada mereka terkait komposisi membuat pupuk kompos," tandasnya
Cut Laura yang juga istri Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo menilai ilmu ini bisa dijadikan bekal mereka untuk membuka lapangan pekerjaan dalam mendorong kemandirian.
"Tahap awal pupuk kompos karya anak-anak akan dimanfaatkan di kebun mini yang dibangun dari bantuan Petrokimia Gresik. Namun tahapan berikutnya bisa dimanfaatkan anak-anak untuk membuka lapangan pekerjaan, dan kami akan membimbingnya, sehingga bisa menambah penghasilan," ujarnya.
Kepala Sekolah SLB AB Kemala Bhayangkari 2 Gresik, Dede Idawati mengapresiasi kepedulian Petrokimia Gresik terhadap difabel. Pelatihan composting ini merupakan program baru bagi peserta didiknya.
Melalui penerjemah, Laili, salah satu peserta pelatihan menyampaikan jika ilmu yang didapatkan akan menjadi bekal kemandirian. Untuk itu Ia menyampaikan terimakasih atas kepedulian Petrokimia Gresik.
Usai pelatihan, Petrokimia Gresik juga memberikan sertifikat dan bantuan berupa 100 pot tanaman serta uang tunai Rp 15 juta untuk modal praktik composting dan berkebun di sekolah.
Sementara itu, program kepedulian terhadap peserta didik SLB kali ini bukan yang pertama dilakukan Petrokimia Gresik. Masjid Nurul Jannah Petrokimia Gresik melalui Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ Baznas) Petrokimia Gresik telah aktif memberikan bantuan kepada alumni SLB berupa pelatihan, modal dan peralatan usaha sebagai bekal awal menjalankan usaha.
UPZ Baznas Petrokimia Gresik telah membina 19 alumni SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik melalui program pemberdayaan di bidang kuliner, online shop dan sablon yang telah dilaksanakan sejak Juli 2019. Program ini hasil sinergi dengan dengan Komunitas Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Giri Kedaton Sejahtera. Dan di tahun 2020 akan dilakukan penguatan pola program usaha serta kerjasama dengan stakeholder agar lebih banyak lagi alumni SLB yang mendapat manfaat secara berkelanjutan. (sep)