
DESA Sumurgeneng, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Tiba-tiba terkenal. Menjadi viral di sosial media karena disebut sebagai kampung miliarder.
Ratusan warga yang tinggal di sana mendadak kaya raya, usai menjual tanahnya kepada PT Pertamina dengan harga yang sangat tinggi.
Terdapat 225 kepala keluarga yang mendadak menjadi miliarder setelah mendapat ganti rugi dari penjualan tanah ke PT Pertamina (Persero).
Rencananya, tanah yang dibeli dari warga Sumurgeneng akan dibangun kilang minyak gross root refinery (GGR) yang ditargetkan beroperasi di tahun 2026.
Pembangunan kilang minyak tersebut dilakukan Pertamina atas kerjasamanya dengan Rosneft asal Rusia.
Rata-rata, warga desa mendapatkan uang sebesar Rp8 miliar. Bahkan, ada seorang petani yang berhasil mengantongi uang lebih dari Rp26 miliar usai menjual tanahnya.
Orang kaya baru desa Sumurgeneng menggunakan uang yang didapat dari Pertamina untuk membeli barang mewah. Termasuk memborong sejumlah mobil mewah. Tipe mobil yang dibeli oleh warga desa tersebut mcam-macam. Diantaranya Innova dan Fortuner.
Aksi membeli mobil baru tersebut jadi viral di media sosial. Karena beberapa mobil mewah datang sambil dikawal mobil patroli pengawalan polisi.
Ada kejadian unik. Ternyata, tidak semua bisa mengemudikan mobil. Tapi, mereka nekat membeli dan mengaku bisa belajar mengemudi. Sejumlah kendaraan langsung masuk bengkel, akibat tabrakan.
Sejumlah warga desa Sumurgeneng awalnya adalah petani biasa. Hidup mereka disebut pas-pasan dan kurang mampu. Bahkan mereka mendapatkan bantuan uang setiap bulan dari kemensos sejak tahun 2018 silam.
Setelah menjadi miliarder, sebagai orang kaya baru mereka tak lagi menjadi penerima bansos.
Suami istri bernama Ali Sutrisno dan Situ Nurul adalah pasangan yang mendapatkan uang miliaran dari hasil penjualan tanah ke Pertamina.
Dikabarkan mereka mendapatkan uang hingga Rp17 miliar. Mereka pun langsung membeli tiga mobil baru, membeli tanah lagi dan sisanya ditabung.
Dikutip dari tayangan video di kanal YouTube, Ali mengatakan tanahnya yang seluas 2,2 hektar mendapat uang ganti rugi total Rp 15,8 miliar.
Tanahnya dibeli dengan harga Rp 685.000 per meter perseginya.
Ali mengaku, uang ganti rugi yang didapatnya digunakan untuk membeli mobil dan membeli tanah. Ali beli empat mobil, masing-masing Toyota Innova, Xpander, L300 dan HRV.
Saat ditanya mengapa memutuskan membeli empat mobil, Ali menjawab ingin menikmati uang yang sekarang dimilikinya.
"Masa lalu saya susah, sekarang uang banyak ya dinikmati," tuturnya.
Setelah mendapatkan uang ganti rugi dari Pertamina, Ali mengaku kehidupan warga disana menjadi jauh lebih baik.
Jika dulu banyak warga yang mempunyai banyak utang dan ekonominya kurang kini sudah menjadi lebih baik.
Banyak juga warga yang menggunakan uangnya untuk renovasi rumah dan modal usaha.
Bahkan saking banyaknya warga yang merenovasi rumah, Ali sampai tidak mendapat pekerja untuk merenovasi rumahnya.
Karena semua pekerja sudah sibuk merenovasi rumah warga lainnya.
Belakangan Ali kembali disorot. Tiba-tiba dia dan istrinya sulit ditemui. Kabarnya ekonomi keluarga ini merosot. Saldo uangnya tinggal Rp50 juta (ABH, dari berbagai sumber).