04 April 2025

Get In Touch

Pemkot Kediri Bekali 60 Pencaker Ilmu Barista

Suasana hari pertama pelatihan barista gratis yang diselenggarakan Pemkot Kediri melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja.
Suasana hari pertama pelatihan barista gratis yang diselenggarakan Pemkot Kediri melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja.

KEDIRI (Lenteratoday) - Di tengah pandemi Covid-19, Pemkot Kediri tak hanya membantu sembako dan uang tunai, namun juga memberikan keterampilan bagi usia pencari kerja (pencaker). Kali ini memberikan pelatihan barista gratis kepada 60 warga usia pencaker hasil seleksi 450 peserta yang mendaftar.

Barista adalah orang yang bekerja meracik dan menyajikan kopi kepada pelanggan. Pelatihan diadakan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) di di LPK Progres Kota Kediri selama 20 hari, mulai 11 November 2020.

“Kami memprioritaskan para pencaker yang sudah diseleksi. Pelatihan ini bertujuan mencetak tenaga ahli di Kota Kediri serta membekali keterampilan kepada para angkatan kerja,” kata Basuki, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (PTK) Dinkop UMTK Kota Kediri, Selasa (10/11/2020).

Diungkapkan Basuki, Kota Kediri masih kurang tenaga ahli, khususnya dalam hal kopi. Diharapkan dengan pelatihan ini akan mencetak tenaga kerja ahli yang bisa menjadi narsumber bila ada pelatihan. Selain itu juga membekali para pencaker dengan keterampilan sehingga tidak hanya mencari kerja tetapi membuka lapangan kerja bagi diri sendiri dan orang lain.

"Dari pelatihan ini akan diuji dan mendapatkan sertifikat. 10 Peringkat terbaik akan saya ikutkan pelatihan lanjutan tahun depan sehingga menjadi barista yang betul-betul ahli dengan sertifikat nasional,” tambah Basuki.

Peserta yang mengikuti pelatihan berumur 20-30 tahun. Mereka sebelumnya mendaftar terlebih dahulu melalui pengumuman IG Pemkot Kediri. Sejumlah 450 peserta mendaftar kemudian diseleksi menjadi 60 orang.

Pada saat pelatihan, para peserta menerapkan protokol kesehatan mulai dari cuci tangan, mengenakan masker, dan face shield selama pelatihan. Sebagai pemateri mendatangkan barista dari Hotel Grand Surya, Aditya, yang memberikan materi tentang kopi dan praktik meracik kopi.
L

"Saya kesehariannya ternak ikan dan jadi seniman tato dan suka ngopi. Saya ikut biar tambah ilmu baru dan pingin jadi barista,” kata Nico Fabio, Rivaldo, warga Banjaran, Kecamatan Kota.

Rata-rata peserta pelatihan memang pecinta kopi. Beberapa sudah mengelola kedai kopi meski bukan miliknya. Sebagaimana Ida Royani, 33, mengelola kedai kopi milik kakaknya. Ia merasa keterampilan meracik kopinya masih kurang sehingga ikut mendaftar pelatihan.(gos)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.