Pertumbuhan Ekonomi Konstraksi -3,82 Persen, Pemprov Diminta Revisi Target Pendapatan Daerah Tahun 2021

JAKARTA (Lenteratoday)-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta untuk melakukan revisi target pendapatan. Sebab, target pendapatan daerah rancangan APBD 2021 sebesar Rp69,15 triliun diprediksi tidak akan terealisasi.
Usulan Pemprov dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2021 sebesar Rp68,15 triliun. Usulan ini naik hampir Rp11 triliun dari target 2020 sebesar Rp57,56 triliun. Dengan melihat kondisi ini, dikhawatirkan usulan tersebut tidak akan tercapai.
"Harus realistis, jangan mengkhayal terlalu tinggi. Kami mau pertanyakan target itu akan dicapai dari mana," kata Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik.
Dalam rapat dengan pemerintah dan dewan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta berpandangan, target pendapatan daerah bisa dicapai sejalan dengan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta yang diperkirakan melonjak tahun depan. Bappeda memperkirakan produk domestik regional bruto (PDRB) DKI bakal tumbuh 5,4% hingga 6,3% pada 2021. Adapun pertumbuhan PDRB DKI pada kuartal III/2020 mengalami kontraksi sebesar -3,82%.
Namun demikian, Taufik menilai pandemi Covid-19 justru masih akan memengaruhi perekonomian DKI hingga tahun depan. Bahkan tren perekonomian daerah tahun depan masih jauh dari kata stabil.
"Kami akan pertanyakan kok bisa pertumbuhan ekonominya diprediksi naik sampai 5%, padahal kondisinya lagi seperti ini, sedang minus, makanya harus jadi perhatian khusus bersama," ujarnya.
Kepala Bappeda DKI Jakarta, Nasrudin Djoko Surjono optimistis geliat ekonomi di DKI akan membaik seiring dengan kebijakan pemulihan ekonomi yang digelontorkan oleh Pemprov DKI.
"Perbaikan ekonomi dilakukan melalui pengembangan kewirausahaan, pelatihan kerja, serta peningkatan pelayanan administrasi perizinan usaha dan promosi penanaman modal," ujar Nasrudin seperti dilansir dprd-dkijakartaprov.go.id.(ST1)