10 October 2026

Get In Touch

Porprov Jatim 2027, Pemkot Surabaya Mulai Petakan Venue dan Kebutuhan Perbaikan

Pengecekan venue di kompleks olahraga THOR.
Pengecekan venue di kompleks olahraga THOR.

SURABAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai memetakan venue milik pemerintah kota hingga fasilitas milik provinsi, TNI, perguruan tinggi, dan swasta untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X/2027.

Pemetaan tersebut dilakukan, untuk memastikan setiap cabang olahraga memiliki arena pertandingan yang sesuai standar. Selain menentukan lokasi, Pemkot Surabaya juga mengidentifikasi fasilitas yang membutuhkan perbaikan sebelum digunakan dalam kompetisi tingkat provinsi tersebut.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Indriatno Heryawan mengatakan peninjauan venue telah dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, bersama Technical Delegate (TD) sejak Senin (28/9/2026).

“Jadi dari total 68 cabang olahraga (cabor) sebisa mungkin kita upayakan kita tempatkan di venue-venue yang ada di Kota Surabaya,” kata Indri, Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan proyeksi sementara, Porprov Jatim 2027 akan mempertandingkan sekitar 68 cabang olahraga (cabor), 78 disiplin olahraga, dan 1.046 nomor lomba.

"Banyaknya nomor pertandingan membuat Pemkot Surabaya perlu mengoptimalkan fasilitas yang tersedia sekaligus menjalin kerja sama dengan pemilik venue di luar pemerintah kota," tuturnya.

Indri menjelaskan, penggunaan fasilitas yang sudah ada menjadi prioritas. Pemkot belum menjadikan pembangunan venue baru sebagai fokus utama karena sebagian besar kebutuhan pertandingan diupayakan dapat dipenuhi melalui fasilitas eksisting, dengan sejumlah perbaikan sesuai hasil evaluasi.

“Karena sebagian sudah terbangun, mungkin hanya perbaikan-perbaikan sedikit yang harus kita lakukan. Supaya saat pelaksanaan terlihat lebih layak, lebih bagus, sehingga proper dimanfaatkan oleh teman-teman atlet dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur,” jelasnya.

Sejumlah lokasi yang masuk dalam pemetaan antara lain kompleks Gelora Bung Tomo (GBT), kompleks olahraga THOR, Lapangan Dharmawangsa, Gelora 10 November, Gelanggang Remaja, serta fasilitas olahraga di kawasan Kenjeran.

Kompleks GBT memiliki sejumlah fasilitas potensial, mulai dari arena dalam ruangan, sirkuit, lapangan sepak bola, hingga lintasan sepatu roda. Sementara itu, kawasan THOR memiliki fasilitas atletik dan lapangan sepak bola.

Lapangan Dharmawangsa turut ditinjau untuk mendukung pertandingan tenis, hoki, dan sofbol. Adapun kawasan Kenjeran diproyeksikan menjadi lokasi pertandingan voli pantai dan panjat tebing.

Selain fasilitas milik Pemkot Surabaya, sekitar delapan venue milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan empat venue milik TNI juga diproyeksikan mendukung penyelenggaraan Porprov 2027.Pemkot juga menjajaki penggunaan sekitar 12 venue milik perguruan tinggi, sejumlah kampus yang masuk dalam rencana tersebut antara lain Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas PGRI Adi Buana, dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA).

“Fasilitas milik swasta juga berpeluang dimanfaatkan, karena jumlah 68 cabor pasti cukup banyak, tidak semuanya bisa tertampung di venue yang dimiliki oleh pemerintah kota. Sehingga kita juga perlu kolaborasi, perlu kerja sama dengan instansi lain,” tutur Indri.

Pemkot Surabaya menargetkan, kepastian lokasi pertandingan dapat diperoleh dalam satu hingga dua bulan ke depan. Setelah penetapan lokasi, perbaikan akan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi tim teknis.

“Paling tidak mungkin dalam kurun waktu 1-2 bulan ini harus sudah ada kepastian venue. Kalau sudah kepastian venue, tentu langkah berikutnya adalah bagaimana kita sembari jalan kita memperbaiki venue yang kurang proper,” ungkapnya.

Salah satu fasilitas yang membutuhkan perhatian khusus adalah venue ski air di kawasan Wiyung, tepatnya di sekitar Bozem. Area tersebut memerlukan pembersihan karena ditumbuhi rerumputan, selain perbaikan sejumlah sarana dan prasarana.

Menurut Indri, penanganan fasilitas itu perlu dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) karena asetnya berada di bawah kewenangan instansi tersebut.

“Sehingga kita juga perlu komunikasi ke mereka, dan perlu sedikit pembersihan termasuk perbaikan beberapa sarpras yang ada di sana. Dan ini masih dalam tahap proses pemetaan, peninjauan ulang, mana saja venue-venue yang perlu diperbaiki,” ucapnua.

Setelah lokasi pertandingan ditetapkan, Pemkot Surabaya akan meningkatkan pemantauan terhadap kesiapan fasilitas. Kunjungan bersama perwakilan kabupaten/kota peserta juga direncanakan menjelang pelaksanaan Porprov untuk melihat langsung kondisi venue yang akan digunakan.

“Seluruh tim nanti pasti mungkin di akhir atau awal tahun mereka juga ada kunjungan bersama dengan tim dari kabupaten/kota untuk melihat venue-venue itu,” tuturnya.

Selain kesiapan arena pertandingan, ketersediaan akomodasi juga menjadi perhatian dalam persiapan Porprov Jatim 2027. Indri menilai Surabaya memiliki pilihan hotel yang tersebar di sejumlah kawasan sehingga dapat mendukung kebutuhan penginapan atlet dan ofisial dari berbagai daerah.

“Alhamdulillah di Kota Surabaya ini kalau untuk menginap lumayan banyak. Artinya bahwa hotel yang ada di Kota Surabaya dari kawasan timur, utara, selatan, tengah, itu hampir semuanya ada,” pungkasnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.