SURABAYA (Lentera) – Kasus influenza A masih terjadi, bahkan Sidoarjo terjadi banyaknya lonjakan pasien di rumah sejumlah sakit sehingga mencapai 80 persen dari total tempat tidur rawat inap yang tersedia.
Di Rumah Sakit Umum (RSU) Assakinah Medika, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, manajemen terpaksa menyulap sejumlah area kantor manajemen menjadi ruang rawat darurat guna menampung gelombang pasien.
"Memang saat ini sedang marak kasusnya. Pasien rata-rata membutuhkan waktu perawatan rawat inap sekitar tiga hari sebelum kondisinya stabil dan diperbolehkan pulang," terang Dokter Spesialis Anak RSU Assakinah Medika, dr. Nur Alfiani, Sp.A, Senin (5/10/2026) melansir Inews.
Mayoritas pasien yang menjalani perawatan didominasi oleh kelompok usia anak-anak yang rentan terhadap serangan virus saluran pernapasan. Menyikapi maraknya penyakit pernapasan ini, masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Melihat kondisi tersebut, dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dr Edwin Nugroho Njoto MIPH MHM SpPD., mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala influenza sekaligus menghindari penggunaan antibiotik secara sembarangan.
Dokter yang juga berpraktik di Eagles Head Medical Centre dan Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya tersebut mengungkapkan bahwa peningkatan kasus influenza juga mulai terlihat di tempatnya berpraktik.
Menurut dia, masyarakat perlu memahami karakteristik penyakit serta penanganannya agar tidak keliru dalam mengonsumsi obat. Dokter penyakit dalam ini menjelaskan bahwa influenza A disebabkan oleh virus yang menyerang sistem pernapasan.
Virus influenza bukanlah jenis virus baru dan memiliki sifat mudah bermutasi serta menular. Kondisi cuaca, lanjutnya, juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemudahan penyebaran virus.
“Virus influenza ini memang dapat memicu wabah musiman dengan tingkat penularan yang luas,” kata dr Edwin Nugroho Njoto MIPH MHM SpPD., di Surabaya Sabtu (3/10). Penularan influenza A terutama terjadi melalui percikan air liur (droplet) dari saluran pernapasan ketika seseorang batuk atau bersin.
Risiko penularan dapat meningkat pada orang dengan daya tahan tubuh rendah maupun mereka yang mengalami kelelahan akibat aktivitas padat. Menurut Edwin, gejala influenza umumnya diawali dengan gangguan pada saluran pernapasan dan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Gejalanya umumnya berawal dari pilek, batuk, demam, dan nyeri saat menelan. “Yang perlu diwaspadai adalah ketika terjadi penurunan nafsu makan hingga sesak napas,” ujarnya mengingatkan.
Edwin berpesan agar kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil perlu memberikan perhatian lebih terhadap gejala influenza. Begitu pula pasien dengan penyakit tertentu, termasuk kencing manis dan gagal ginjal, dapat menimbulkan kondisi yang lebih berat. (*)
Editor: Lutfiyu Handi



.jpg)

Post a comment