15 September 2026

Get In Touch

Kasus ISPA di Bangkalan Tembus 647, Dokter Sebut Kemarau Jadi Salah Satu Faktor

ARSIP: Pembagian masker kepada juru parkir oleh Dinas Perhubungan Pemkab Bangkalan (Ant)
ARSIP: Pembagian masker kepada juru parkir oleh Dinas Perhubungan Pemkab Bangkalan (Ant)

BANGKALAN (Lentera) -Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mencatat 647 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sejak akhir Agustus hingga September 2026.

Kasus ISPA menjadi penyakit dengan tren tertinggi pada pekan ke-35 berdasarkan pemantauan Dinkes Bangkalan.

"Jumlahnya mencapai 647 pasien ISPA," ucap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan dr Nunuk Kristiani, Selasa (15/9/2026).

Ia mengatakan, ratusan pasien tersebut tersebar di sejumlah wilayah dan mendapatkan perawatan di lima fasilitas kesehatan, yakni Klinik UTM, Puskesmas Socah, Puskesmas Klampis, Puskesmas Tongguh, dan RSUD Syamrabu Bangkalan.

Selain ISPA, Dinkes Bangkalan juga mencatat sejumlah penyakit lain yang banyak diderita masyarakat. Di antaranya diare akut, Influenza-Like Illness (ILI), pneumonia, dan suspek demam tifoid yang masing-masing mencapai ratusan kasus.

"Untuk diare akut ada 338 kasus, ILI ada 332 kasus, pneumonia 130 kasus dan suspek tifoid ada 129 kasus. Semuanya sudah mendapatkan penanganan," jelasnya.

Sementara itu, dokter spesialis paru dr Catur Budi Keswardiono mengatakan, ISPA umumnya disebabkan oleh virus dan bakteri.

Menyadur dari Kompas, kemunculan dan penularan penyakit tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. 

"Kalau penyebab utamanya biasanya virus dan bakteri," ucapnya.

Menurut Catur, musim kemarau menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan pada saluran pernapasan. Pada musim kemarau, udara cenderung lebih kering dan debu lebih mudah terbawa ke saluran pernapasan.

"Kemarau bisa jadi salah satu faktornya juga," ujarnya (*)

Editor: Arifin BH

Share:

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lentera.co.
Lentera.co.